Inilah Racun yang Membunuh Kim Jong-Nam

KUALA LUMPUR – Namanya panjang dan pasti susah diingat: ethyl S-2-diisopropylaminoethyl methylphosphonotthiolate atau vx nerve agent. Vx.  Ya itulah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh kakak Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam di Malaysia.

“Hasil analisa kami telah diketahui pasti bahwa bahan yang digunakan adalah ethyl S-2-diisopropylaminoethyl methylphosphonotthiolate. Bahan ini  dipercaya sebagai senjata kimia sesuai Chemical Weapons Convention Act Malaysia dan Chemical Weapons Convention (CWC) 1997,” kata Kepala Polisi Negara Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Inspektur Jendral Tan Sri Dato Sri Khalid Bin Abu Bakar dalam siaran pers yang diterima wartawan di Kuala Lumpur, Jumat (24/2).

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) memang telah membeberkan laporan awal bahan kimia tersebut. Bahan ini yang digunakan untuk meracun Kim Jong-Nam. Ini berdasarkan analisa Pusat Analisis Senjata Kimia Jabatan Kimia Malaysia.

Pusat Analisis Senjata Kimia Jabatan Kimia Malaysia telah menjalankan analisa awal terhadap area yang berada di sekitar mata (dry swab – eye mucosa) dan wajah (dray swab – face) korban.

Khalid menegaskan, analisa lainnya masih dalam proses dan akan segera diumumkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kim Jong-Nam meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah jatuh sakit di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2) 13 Februari 2017. Otopsi terhadap jenasah dilakukan di Hospital Kuala Lumpur pada 15 Februari 2017.

Kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jung-Un itu dilaporkan diserang dari arah belakang dengan menggunakan bahan kimia beracun saat akan check in menuju Macau.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER