Uni Eropa Perpanjang Sanksi kepada Rusia Terkait Masalah Ukraina

BRUSSELS, SERUJI.CO.ID – Pemimpin Uni Eropa pada pekan depan kembali memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia terkait campur tangan Moskow terhadap masalah Ukraina, hingga Januari tahun depan, kata diplomat.

Sanksi menyasar bidang energi, pertahanan, dan finansial Rusia itu selalu diperpanjang setiap enam bulan sejak pertama kali dijatuhkan pada pertengahan 2014 setelah Kremlin mencaplok Krimea dari Kiev dan membantu gerilyawan, yang memerangi pemerintah pusat di kawasan timur Ukraina.

Pertemuan pemimpin Uni Eropa di Brussels pada 28-29 Juni mendatang menyepakati perpanjangan enam bulan, yang melarang warga di kelompok tersebut melakukan kerja sama usaha dengan Rusia.

Moskow menegaskan tidak akan mengembalikan Krimea, sementara perang di Ukraina timur telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. Perang itu mereda, meskipun pertempuran sesekali masih terjadi.

Keputusan perpanjangan sanksi merupakan lanjutan atas perundingan antara tujuh negara paling maju (G7) yang pada awal bulan ini bertemu di Kanada.

Kelompok itu pada awalnya beranggotakan delapan negara (G8), menjadi G7 setelah Rusia dikeluarkan pada 2014 terkait aneksasi terhadap Krimea.

Sejak saat itu, pemimpin negara besar selalu menggunakan pertemuan tahunan untuk menggalang sikap mereka terhadap Rusia. Pada tahun ini, mereka mendesak Moskow untuk berhenti merusak demokrasi di negeri orang.

“Kami menilai bahwa perpanjangan sanksi ini berkaitan dengan kegagalan Rusia untuk menunjukkan komitmen terhadap implementasi Perjanjian Damai Minsk dan menghormati kedaulatan Ukraina,” kata G7.

Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengatakan bahwa dirinya ingin memasukkan kembali Rusia ke dalam G8, namun tetap menandatangani perpanjangan sanksi dalam pertemuan di Kanada.

“Italia menegaskan pentingnya dialog dengan Rusia, namun bukan berarti bahwa sanksi-sanksi ini bisa berakhir hanya dalam satu malam,” kata Conte.

Selain berseteru soal Ukraina, Uni Eropa juga berbeda sikap soal peran Rusia terhadap perang di Suriah dan konflik lain di Timur Tengah.

Uni Eropa menuding Moskow bertanggung jawab terhadap serangan menggunakan gas saraf buatan militer Rusia terhadap mantan mata-mata negara tersebut, yang tinggal di Inggris. Moskow membantah tudingan itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER