Parlemen Catalonia Melakukan Perlawanan Terhadap Pemerintahan Spanyol

MADRID, SERUJI.CO.ID – Keputusan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy untuk memecat pemerintahan Catalonia serta memaksakan pemilihan baru merupakan tindakan “kudeta” dan “serangan terhadap demokrasi”, kata ketua parlemen Catalonia, Sabtu (21/10) waktu setempat.

“Perdana Menteri Rajoy menginginkan parlemen Catalonia untuk berhenti menjadi parlemen yang demokratis, dan kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi,” tegas Ketua Parlemen Carme Forcadell dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Inilah mengapa kita ingin mengirimkan pesan kepada rakyat negara ini soal keteguhan dan harapan. Kami berkomitmen hari ini, setelah serangan paling serius terhadap lembaga-lembaga Catalonia sejak dipulihkan, untuk mempertahankan kedaulatan parlemen Catalonia,” katanya.

Sebagaimana diketahui Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memutuskan untuk memecat para pimpinan Catalonia. Hal itu dilakukan setelah pemerintahan otonom Catalonia yang berada dalam kekuasan Spanyol bersikeras mengadakan referendum pada Ahad (1/10) waktu setempat yang lalu.

Hasil referendum yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah Spanyol tersebut menunjukkan 90 persen rakyat Catalonia ingin merdeka dengan memisahkan diri dari Spanyol. Referendum tersebut di klaim diikuti oleh lebih dari 2,26 juta warga Catalonia.

(Reuters/Arif R)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER