Hari ke-3 Pasca Tabrakan, Kapal Tanker Sanchi Masih Dilalap Api

SERUJI.CO.ID, BEIJING – Tiga hari sejak tabrakan, pada hari Selasa (9/1) kapal berbendera Panama milik Iran,”Sanchi” masih terbakar dan mengeluarkan asap tebal di Laut China Timur.

Angin kencang, gelombang tinggi dan gas beracun menghambat puluhan kapal penyelamat yang berusaha menemukan pelaut yang hilang dan untuk memadamkan api.

Mayat seorang anggota kru telah ditemukan pada hari Senin (8/1) di perairan dekat kapal tanker itu, kata kementerian transportasi China. Mayat itu telah diserahkan ke biro urusan sipil.

Namun kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan dan ombak setinggi 3 meter, menyulitkan tim penyelamat untuk menjinakkan api dan mencari 31 awak kapal lainnya.

Api tersebut memaksa tim pencari dan penyelamatan dari tim Coast Guard China untuk menunggu sejauh 4,8 km dari kapal tanker milik Iran tersebut, menurut dua pejabat Korea Selatan kepada Reuters.

Pemerintah China mengatakan pada Selasa malam bahwa pihaknya tidak menemukan kebocoran minyak skala besar. Minyak ultra ringan, yang dikenal sebagai kondensat, terbakar atau menguap begitu cepat sehingga meninggalkan residu kecil – kurang dari 1 persen – dalam lima jam tumpahan. Berbeda dengan minyak mentah tumpah yg menyelimuti permukaan air laut.

Namun, kondensat senilai USD 60 juta dalam tanker itu bersifat sangat mudah berubah ketika terpapar udara dan air. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa kapal tanker tersebut dapat meledak dan tenggelam pada saat armada penyelamat sebanyak 13 kapal terus melakukan upaya menyisir area seluas 900 meter persegi untuk mencari kru yang hilang. (Gzl/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER