Malaysia Akan Buka Kembali Kedubes Korut


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Malaysia akan membuka kembali kedutaannya di Pyongyang, kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad, dan menyarankan pengakhiran pertikaian diplomatik atas pembunuhan saudara laki-laki pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Kuala Lumpur pada tahun lalu.

“Ya, kami akan membuka kembali kedutaan itu,” kata Mahathir dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review, yang disiarkan pada Senin (11/6) dalam perjalanannya ke Jepang.

Hubungan dekat Malaysia dengan Korea Utara merosot parah sesudah Kim Jong-nam terbunuh di bandar udara Kuala Lumpur pada Februari 2017 ketika dua wanita mengolesi wajahnya dengan senyawa saraf VX, yang didaftarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai senjata penghancur.

Selama persidangan, yang sedang berlangsung, para wanita itu mengatakan tertipu untuk mempercayai bahwa mereka adalah bagian dari pertunjukan nyata dan tidak tahu mereka membawa racun.

Amerika Serikat dan Korea Selatan menyatakan pembunuhan itu diatur Pyongyang.

Sesudah kematian Kim Jong-nam, duta besar Korea Utara untuk Malaysia mempertanyakan keabsahan penyelidikan polisi dan bersikeras bahwa ia adalah warga biasa, yang meninggal karena serangan jantung.

Malaysia kemudian memanggil pulang duta besarnya untuk Korea Utara, melarang warganya bepergian ke Utara dan membatalkan bebas visa masuk untuk warga Korea Utara.

Korea Utara membalas dengan pelarangan perjalanan untuk semua orang Malaysia di Pyongyang, menjebak tiga diplomat dan enam anggota keluarganya.

Mereka dapat terbang keluar setelah Malaysia setuju menyerahkan mayat Kim Jong-nam dan mengirim tiga orang Korea Utara, yang dicari untuk diperiksa di Korea Utara.

Kedutaan Malaysia di Pyongyang tanpa petugas sejak April tahun lalu dan pemerintah mempertimbangkan penutupan tetap dan memindahkan layanannya ke perwakilannya di Beijing.

Dalam wawancara diterbitkan sehari sebelum temu puncak Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura, Mahathir mengatakan berharap kedua pihak siap memberi alasan.

“Korea Utara berhak memiliki kepentingan sebanyak Amerika Serikat memiliki kepentingannya untuk perundingan apa pun,” kata Mahathir.

“Kita seharusnya tidak ragu. Ketika curiga, lalu Anda tidak bisa bekerja dengan orang lain,” tambahnya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close