Malaysia Akan Buka Kembali Kedubes Korut

0
5
Pertemuan bersejarah antara Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Donald Trump di Singapura (foto:toronto star)

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Malaysia akan membuka kembali kedutaannya di Pyongyang, kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad, dan menyarankan pengakhiran pertikaian diplomatik atas pembunuhan saudara laki-laki pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Kuala Lumpur pada tahun lalu.

“Ya, kami akan membuka kembali kedutaan itu,” kata Mahathir dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review, yang disiarkan pada Senin (11/6) dalam perjalanannya ke Jepang.

Hubungan dekat Malaysia dengan Korea Utara merosot parah sesudah Kim Jong-nam terbunuh di bandar udara Kuala Lumpur pada Februari 2017 ketika dua wanita mengolesi wajahnya dengan senyawa saraf VX, yang didaftarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai senjata penghancur.

Selama persidangan, yang sedang berlangsung, para wanita itu mengatakan tertipu untuk mempercayai bahwa mereka adalah bagian dari pertunjukan nyata dan tidak tahu mereka membawa racun.

Amerika Serikat dan Korea Selatan menyatakan pembunuhan itu diatur Pyongyang.

Sesudah kematian Kim Jong-nam, duta besar Korea Utara untuk Malaysia mempertanyakan keabsahan penyelidikan polisi dan bersikeras bahwa ia adalah warga biasa, yang meninggal karena serangan jantung.

Malaysia kemudian memanggil pulang duta besarnya untuk Korea Utara, melarang warganya bepergian ke Utara dan membatalkan bebas visa masuk untuk warga Korea Utara.

Korea Utara membalas dengan pelarangan perjalanan untuk semua orang Malaysia di Pyongyang, menjebak tiga diplomat dan enam anggota keluarganya.

Mereka dapat terbang keluar setelah Malaysia setuju menyerahkan mayat Kim Jong-nam dan mengirim tiga orang Korea Utara, yang dicari untuk diperiksa di Korea Utara.

Kedutaan Malaysia di Pyongyang tanpa petugas sejak April tahun lalu dan pemerintah mempertimbangkan penutupan tetap dan memindahkan layanannya ke perwakilannya di Beijing.

Dalam wawancara diterbitkan sehari sebelum temu puncak Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura, Mahathir mengatakan berharap kedua pihak siap memberi alasan.

“Korea Utara berhak memiliki kepentingan sebanyak Amerika Serikat memiliki kepentingannya untuk perundingan apa pun,” kata Mahathir.

“Kita seharusnya tidak ragu. Ketika curiga, lalu Anda tidak bisa bekerja dengan orang lain,” tambahnya. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Deddy Mizwar

Sempat Menolak, Deddy Mizwar Dipastikan Hadir di Debat Publik Ketiga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz) dipastikan hadir setelah sempat menolak menghadiri Debat Publik Ketiga Jawa Barat...

Kunjungi Anak-Anak Imigran, Melania Trump Justru Tuai Kecaman

TEXAS, SERUJI.CO.ID -  Kunjungan Ibu Negara Melania Trump pada Kamis (21/6) ke penampungan anak-anak pendatang, yang terpisah dari orangtua mereka di Texas, dibayangi jaketnya, yang...

Tinggalkan Everton, Ramiro Mori Gabung Villarreal

MADRID, SERUJI.CO.ID - Klub liga Spanyol Villarreal rekrut bek Ramiro Funes Mori dari Everton lewat kontrak empat tahun, demikian dikatakan klub asal Spanyol itu. Bek asal...

Sempat Dibatalkan, Akhirnya Laga Persebaya vs Persija Akan Digelar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Operator Liga 1 2018 PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan lanjutan laga kandang yang tertunda Persija Jakarta menghadapi Persebaya Surabaya dan Persib...

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Purbalingga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tersangka Bupati Purbalingga dalam tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten...