Venezuela Tangkap Lima Perwira Polisi Terkait Insiden Kebakaran Penjara

0
51
Wanita berduka atas kepergian korban Jose Manuel Perez, 28. (foto: latimes.com)

KARAKAS, SERUJI.CO.ID – Venezuela menangkap lima perwira kepolisian negara atas dugaan peran mereka dalam kerusuhan dan kebakaran yang membunuh 68 orang di sel kantor polisi yang penuh sesak, kata jaksa penuntut umum negara itu pada Sabtu (31/3).

“Kantor jaksa penuntut telah mengeluarkan surat perintah penahanan bagi lima perwira PoliCarabobo yang telah bertanggung jawab atas insiden tragis yang menyebabkan kematian 68 warga di sel-sel markas kepolisian regional: Mareka Telah ditahan #keadilan,” demikian jaksa Tarek Saab di Twitter.

Saab, mantan gubernur Partai Sosialis yang dekat dengan Presiden Nicolas Maduro yang berhaluan kiri, tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai sebab insiden tersebut, yang terburuk menimpa penjara-penjara Venezuela yang terkenal sering terjadi kerusuhan dalam lebih dua dekade.

Sanak saudara narapidana yang meninggal dan satu narapidana yang selamat mengatakan, telah terjadi tembak-menembak dengan polisi pada Rabu (28/3) pagi di dalam penjara di Valencia, ibu kota negara bagian Carabobo.

Seorang janda narapidana mengatakan para petugas telah menyirami kawasan itu dengan bahan bakar, yang mengakibatkan kebakaran menimpa sel-sel kecil.

Sejauh ini belum ada komentar deari kepolisian negara bagian Carabobo.

Oposisi Venezuela menyalahkan tragedi itu atas ketakmampuan Maduro mereformasi penjara-penjara Venezuela yang tak berhukum, tempat para narapidaana memamerkan senjata-senjata dan melakukan kejahatan dari sel-sel.

“Situasi di pusat-pusat penahanan dan sel-sel penjara polisi di Venezuela tak dapat diterima,” kata Miguel Pizzaro, anggota parlemen dari oposisi.

Para politisi oposisi juga mengeritik pemerintah karena tak segera mengambil sikap atas kejadian tersebut. Pemerintahan Maduro hanya mengeluarkan sebuah pernyataan Jumat (29/3) malam yang menyampaikan bela sungkawa kepada sanak saudara dan presiden belum berbicara tentang kematian tersebut di depann publik.

Maduro, mantan pengemudi bus dan pemimpin serikat pekerja yang tak lagi pupuler, berusaha untuk dipilih kembali dalam pemilihan Mei yang diboikot oposisi.

Dengan menggunakan sumber daya negara, ia diperkirakan menang dalam pemilihan untuk masa enam tahun.

Televisi negara fokus menayangkan gambar-gambar warga Venezuela di pantai selama libur Paskah, sementara para menteri Maduro juga diam dan tak mengeluarkan suara atas insiden Valencia. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Per Hari Ini Layanan Yahoo Messenger Berakhir

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Layanan kirim pesan yang dulu amat populer, dan hampir semua pengguna komputer menggunakannya untuk berkomunikasi, Yahoo Mesengger, dalam hitungan jam hari...

Dianggap “Loyalis” SBY, Peluang Moeldoko Dampingi Jokowi Bisa Terganjal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Nama Mantan Panglima TNI, Moeldoko makin santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) ...
IMG_20180324_111527

Optimis Prabowo Menang, Koalisi Gerindra, PAN, dan PKS Mulai Susun Kabinet

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional menyatakan mengambil langkah maju untuk menyusun rancangan kabinet sejak dini, yang...
Prabowo Subianto

Kantongi Tiket Capres, Gerindra Optimis Prabowo Akan Memenangkan Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra menyatakan ketua umumnya Prabowo Subianto telah memastikan maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. Hal itu setelah koalisi pertai pendukung...

Salah Persepsi di Masyarakat Terkait SKM, Senator Minta Pemerintah Sosialisasi Masif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Karena adanya persepsi yang keliru ditengah masyarakat, terkait susu kental manis (SKM), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris meminta Pemerintah...