Venezuela Kembali Bebaskan Pegiat Oposisi Maduro

0
11
Presiden Venezuela Nicolas Maduro diprediksi akan menang kembali dalam pemilihan umum Venezuela (foto:US News & World Report)

KARAKAS, SERUJI.CO.ID – Venezuela untuk kedua kalinya membebaskan sekelompok pegiat oposisi Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (2/6) setelah memberi peringatan untuk dugaan kejahatan terhadap pemerintahan sosialis itu.

Pembebasan itu didahului oleh keterpilihan kembali Maduro menjadi presiden dalam pemilihan umum, yang dikecam sejumlah negara Barat karena dianggap hanya mengukuhkan otokrasi di negara anggota kelompok pengekspor minyak OPEC tersebut.

Pemerintah mengatakan bahwa 40 orang pegiat dibebaskan pada Sabtu (2/6), setelah 39 orang lain juga bernasib sama pada Jumat (1/6).

Sebagian besar di antara mereka berperan serta dalam gelombang unjuk rasa anti-Maduro pada 2014 dan 2017, yang berubah menjadi ajang kekerasan sehingga menewaskan sekitar 170 orang.

Beberapa pengkritik mengatakan bahwa pemerintah sengaja menaikkan jumlah angka dengan memasukkan beberapa nama yang sebelumnya sudah dibebaskan dan beberapa lainnya yang bukan tahanan politik.

Lembaga HAM lokal, Penal Forum, mengatakan bahwa hanya 39 orang aktivis yang dibebaskan selama dua hari terakhir.

Nama terkenal yang dibebaskan pada Sabtu (2/6) di antaranya adalah Wilmer Azuaje dan Gilber Caro, serta Raul Baduel, anak mantan jenderal pembelot, demikian sejumlah sumber oposisi mengatakan.

“Saya sangat senang, dan berterima kasih kepada Tuhan, setelah lebih satu tahun keluarga kami kembali bersatu,” kata istri Azuaje, Kelly.

Musuh Maduro mengatakan bahwa kebijakan pembebasan terbaru tidak cukup karena masih anda sekitar 300an orang yang dipenjara.

“Kami meminta komitmen Anda untuk selamanya meninggalkan kekerasan politik, kebencian, dan intoleransi,” kata pejabat tinggi Venezuela, Delcy Rodriguez, kepada tahanan, yang baru dibebaskan, dalam siaran televisi.

Sementara itu, beberapa pegiat dibebaskan pada Jumat (1/6) di antaranya adalah Angel Rivas, mantan jenderal, yang menjadi terkenal karena memanjat atap rumah sambil menyandang senjata saat hendak ditangkap.

Ada pula Daniel Ceballos, mantan wali kota San Cristobal.

“Mampuslah tirani, jayalah kebebasan!” kata Rivas saat meninggalkan penjara pada Jumat (1/6) malam, sebelum menambahkan bahwa syarat pembebasan membuat dia tidak bisa lebih banyak bicara kepada media.

Dua gelombang pembebasan ini tidak memasukkan nama Leopoldo Lopez, yang merupakan penentang Maduro paling terkenal.

Dia adalah salah satu dari dua orang yang dilarang mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilihan umum pada 20 Mei. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sohibul Iman - Sudirman Said

Sudirman: 27 Juni Akan Muncul Pemimpin Baru Yang Bekerja Keras untuk Rakyat

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur nomor urut dua dalam Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said, optimis akan lahir pemimpin baru di Jawa Tengah usai pencoblosan...
habib rizieq shihab

Miliki Pengaruh Besar, Tempatkan Habib Rizieq Sebagai Pemimpin Umat Saat Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa pengaruh Habib Rizieq Shihab sangat diperhitungkan jelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu,...

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...