Trump Tegaskan Kebijakan Larangan Perjalanan Segera Diberlakukan

0
54
travel ban, donald trump
Kebijakan larangan perjalanan yang dikeluarkan Trump memicu unjuk rasa besar di sejumlah bandara AS. (Foto: Getty Images)

WASHINGTON – Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat memutuskan untuk mengizinkan pemerintahan Donald Trump memberlakukan kebijakan larangan perjalanan (travel ban), pada Senin (26/6) waktu setempat. Trump menerapkan kebijakan larangan masuk ke Amerika bagi wisatawan dari enam negara, yang sebagian besar negara-negara Muslim, dan pengungsi.

Penerapan kebijakan larangan perjalanan ini berlaku sementara. MA menyatakan akan mempertimbangkan pada bulan Oktober untuk memutuskan apakah kebijakan Trump itu ditegakkan atau ditolak.

Dengan putusan ini, selama musim panas, Trump bisa menerapkan larangan masuk ke Amerika selama 90 hari bagi warga Iran, Libia, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman. Pemerintah AS juga dapat melarang masuk selama 120 hari bagi semua pengungsi.

“Sebagai presiden, saya tidak dapat mengizinkan orang-orang yang ingin mencelakakan kita, masuk ke negara kita,” kata Trump, Senin (26/6).

Pengadilan membuat pengecualian penting dalam putusannya. Larangan tersebut tidak dapat diterapkan terhadap warga negara asing yang memiliki hubungan yang dapat dipercaya dengan seseorang atau entitas di Amerika Serikat. Hubungan yang dapat dipercaya itu di antaranya keluarga dan sekolah, sebagaimana dilansir dari Washington Post, Selasa (27/6).

Pengadilan menjelaskan larangan ini tidak berlaku kalau seorang warga negara, yang termasuk pada kebijakan larangan perjalanan, ingin mengunjungi atau tinggal dengan anggota keluarganya yang berada di Amerika Serikat. Larangan juga tidak berlaku bagi mahasiswa yang sudah diterima di universitas di Amerika.

“Melarang masuk warga asing seperti itu tidak membebani pihak di Amerika manapun, antara lain didasarkan pada hubungan pihak tersebut dengan warga asing itu.”

Pengadilan mengatakan akan mendengar keterangan pemerintah pada persidangan Oktober mendatang. Sebelum persidangan itu, hakim mememinta pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut.

Dalam keputusannya, Hakim Clarence Thomas, Samuel A Alito, dan Neil M Gorsuch menulis bahwa larangan perjalanan menyeluruh bisa diterapkan sepenuhnya sambil menunggu kajian atas perintah eksekutif tersebut.

Para hakim menjelaskan izin dari pengadilan bakal membebani pemerintah dengan tugas menentukan apakah warga negara yang ingin memasuki Amerika Serikat memiliki hubungan yang dapat dipercaya dengan seseorang atau entitas di negara ini.

Hakim memprediksi kompromi semacam itu akan menyebabkan sebuah “banjir permohonan ke pengadilan” mengenai apa yang merupakan “hubungan yang kredibel” sebelum keseluruhan kasus diselesaikan pada musim gugur mendatang.

Pekan lalu, Trump mengatakan larangan tersebut akan diberlakukan 72 jam setelah mendapat persetujuan dari pengadilan.

travel ban, donald trump
Beberapa pengadilan negara bagian menolak kebijakan larangan perjalanan Trump karena dianggap ‘diskriminatif’. (Foto: Reuters)

Kebijakan larangan perjalanan menjadi tidak pasti setelah pengadilan federal di Hawaii dan Maryland membatalkan kebijakan itu. Hakim di pengadilan federal, yang merupakan pengadilan tingkat banding, menganggap peraturan tersebut diskriminatif.

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan larangan perjalanan itu pada 6 Maret lalu. Kebijakan ini sebagai pengganti aturan yang dikeluarkan pada 27 Januari 2017, atau satu pekan setelah dia menjadi presiden. Namun, aturan pertama ini dibatalkan oleh pengadilan, setelah memicu unjuk rasa besar-besaran di sejumlah bandara di Amerika Serikat.

Trump mengeluarkan aturan larangan penerbangan karena kekhawatiran internasional atas serangan yang dilakukan oleh militan Islam seperti di Paris, London, Brussels, Berlin dan kota lainnya.

Pemerintah AS mengatakan perlu ada larangan perjalanan sebelum menerapkan langkah-langkah pemeriksaan yang lebih ketat, termasuk pertanyaan tambahan untuk pemohon visa. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Gempa Banten

PMI Sukabumi Siapkan Tim Evakuasi Korban Gempa

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyiapkan tim evakuasi korban gempa bumi pascabencana gempa tektonik yang berpusat di Kabupaten...
China International Import Expo

Durian Sumut Pasar Potensial di China International Import Expo

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Durian asal Sumatera Utara merupakan buah yang sangat potensial dipromosikan di Tiongkok. Sumut dapat memanfaatkan penyelenggaraan China International Import Expo (CIIE) di...
gempa di banten

Gempa Banten Terasa Hingga Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Guncangan gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala Richter di Barat Daya Lebak, Banten, terasa hingga wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/1)...
Pilgub Jatim 2018

Tim Koalisi Parpol Akan Gelar Rakor Strategi Pemenangan Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai pendukung pasangan Khofifah-Emil dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas strategi pemenangan pasangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim...
Gempa Banten

Gempa Tektonik di Lebak Hancurkan 311 Rumah

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, hingga menghancurkan sebanyak 311 rumah tersebar di 12 kecamatan. Pusat gempa...
loading...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...

Presiden lupa dengan janji-janjinya, Abai terhadap Rakyatnya

(Lupa Menyebabkan Manusia Abai akan Akhirat) Pada dasanya, manusia itu “pelupa”. Inilah sebabnya, Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk menulis perjanijan di antara mereka, dengan...
Pariwisata Bali

Sisi Lain Pariwisata Bali

Ketika mendengar nama Bali, orang akan membayangkan pantai Kuta yang Indah dengan para bule berjemur memakai bikini. Ditengah hamparan pasir pantai yang landai dan...