Sekjen PBB: Kelaparan Meningkat Akibat Konflik di Dunia

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (22/3) mengatakan banyak konflik di dunia menjadi pangkal naiknya kelaparan.

Pemimpin PBB tersebut mengatakan di dalam pesan video mengenai Laporan Global mengenai Krisis Pangan, yang didukung PBB, yang disiarkan pada Kamis (22/3) di Roma bahwa laporan tahun ini menyoroti peningkatan mengkhawatirkan jumlah orang yang tidak cukup makan. Pada pangkal kenaikan kelaparan ini adalah banyak konflik di dunia.

Ia menyatakan ini telah menjadi makin sering dan lebih berkepanjangan. Angka kelaparan akut, yang dipicu oleh bencana iklim serta konflik, melonjak pada 2017, sehingga sebanyak 124 juta orang di seluruh 51 negara menghadapi kelaparan, 11 juta lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata laporan tersebut.

“Bermacam laporan seperti ini memberi kita data penting dan analisis untuk lebih memahami tantangan. Sekarang terserah kita untuk melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan orang yang menghadapi momok kelaparan setiap hari dan menanggulangi pangkal masalah ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB itu, Jumat (23/3) siang.

“Di beberapa negara, perang telah mendorong seluruh masyarakat ke jurang kelaparan. Pada saat yang sama, kemarau dan bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim mengakibatkan peningkatan krisis pangan parah,” katanya.

Laporan Global mengenai Krisis Pangan yang diajukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan Uni Eropa dalam satu penjelasan, mendapati bahwa kondisi darurat pangan makin bertambah kuat akibat bermacam penyebab seperti konflik, guncangan iklim ekstrem dan harga makanan pokok yang tinggi, yang semuanya seringkali terjadi berbarengan.

Laporan itu menyatakan konflik terus menjadi pengendali utama kondisi rawan pangan akut di 18 negara, 15 di Afrika atau Timur Tengah, yang merupakan 60 persen dari seluruh jumlah global. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Ide Outfit Kondangan Padu Padan Celana dan Atasan

Ide outfit kondangan memakai celana ini bisa jadi andalan bagi anda yang anti ribet.

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.