Bentrokan Depan Kedubes Turki, AS Prihatin

0
87
erdogan
Pendukung Presiden Turki Erdogan meneriakkan slogan pada lawannya di depan Kedutaan Besar Turki di Washington. (FOTO: REUTERS/Jonathan Ernst)

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinannya atas kekerasan yang dilakukan oleh satuan keamanan Presiden Turki terhadap demonstran yang memrotes Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Menurut Al-Jazeera, dua orang ditangkap dan 11 lainnya cedera dalam demonstrasi yang berujung bentrokan di depan Kedutaan Besar Turki di Amerika Serikat pada saat Presiden Erdogan tengah berkunjung.

Rekaman video pada Selasa (16/5/2017) memperlihatkan sejumlah pria berjas hitam melewati polisi untuk menendang dan memukul demonstran. Polisi menyebut kekerasan tersebut sebagai “serangan brutal terhadap aksi damai”. Namun Kedutaan Besar Turki mengatakan bahwa para demonstran telah secara agresif memprovokasi warga Turki-Amerika yang tengah berkumpul untuk menyambut presiden Erdogan.

Satuan keamanan Turki telah meminta polisi untuk bertindak namun tidak digubris sehingga mereka kemudian menanggapinya sebagai wujud pembelaan diri.

Departemen Luar Negeri AS kemudian mengeluarkan sebuah pernyataan keprihatinannya.

“Kami prihatin dengan insiden kekerasan tersebut. Satuan keamanan Turki terlibat dalam pertikaian itu. Kekerasan bukanlah respons yang tepat terhadap kebebasan berbicara, dan kami mendukung hak-hak orang di mana saja untuk bebas berekspresi dan melakukan demonstrasi damai,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert dalam sebuah pernyataan, Rabu (17/5).

“Kami telah membicarakan kekhawatiran atas kekerasan ini terhadap Pemerintah Turki dengan sedalam dalamnya,” lanjutnya.

Departemen Kepolisian Metropolitan Washington mengatakan telah menahan dua warga AS yaitu Aymen Necmi (49 tahun) dan Jalal Kheirabadi (42 tahun) atas insiden tersebut.

Sehari sebelum bentrokan itu terjadi, Presiden Erdogan telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan yang membahas berbagai macam isu bilateral antara kedua negara. (M. Gauzal Asnawi)

 

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama