Ahlam al-Tamimi, Mujahidah Palestina yang Diburu Amerika

0
579
  • 12
    Shares
Ahlam-al-Tamimi
Ahlam al-Tamimi, Mujahidah Palestina yang diburu Amerika

AMERIKA SERIKAT – Selasa, 14 Maret 2017, Departemen Kehakiman Amerika mempublikasikan nama Ahlam Attamimi sebagai salah satu orang yang masuk dalam daftar “ FBI’s Most Wanted List” karena dia dituduh ikut terlibat dalam aksi bom bunuh diri di restoran Sbarro di Baitul Magdis (Yerusalem) pada tahun 2001. Pemerintah Amerika mengklaim dua warganya ikut tewas dalam aksi tersebut.

Ahlam al-Tamimi lahir 20 Oktober 1980 di kota Al Zarqa, Ramallah. Profesinya sebagai wartawan pada program “independence” di salah satu televisi setempat menyebabkan dia menyaksikan langsung kisah-kisah tragis yang dialami oleh rakyat Palestina yang hidup dibawah penjajahan Israel.

Dikarenakan kesaksiannya atas kekejaman Zionis tersebut mendorong Ahlam bergabung dalam Brigade Izzudin Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas, dan dialah wanita pertama yang bergabung.

Ahlam pernah ditahan Israel pada tanggal 14 September 2001 dan dijatuhi hukuman pada tanggal 13 Oktober 2003 pada saat menginjak usia 23 tahun. Dia dituduh membantu Izzudin Al-Masri pelaku bom bunuh diri di restoran Sbarro di Baitul Maqdis. Dia ditangkap bersama kakaknya yang bernama Mahmoud di Universitas Bir Zeit, Tepi Barat. Mahmoud dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, sedangkan Ahlam dijatuhi hukuman 16 kali penjara seumur hidup. Di dalam penjara Ahlam tidak lepas dari penyiksaan dan hak-hak kemanusiaannya
terabaikan.

Pada tanggal 18 Oktober 2011 terjadi peristiwa pertukaran tawanan antara Gilat Shalit (tentara Israel yang jadi tawanan Hamas) dengan 1497 mujahid Palestina yang ditahan Israel. Dan Ahlam merupakan salah satu mujahidah yang ikut dibebaskan setelah menjalani hidup 10 tahun dalam tahanan.

Dalam pidato singkatnya saat pembebasan, “Pesan bagi rakyat Palestina adalah membebaskan Palestina dan membebaskan Masjid Al Aqsha.” Kemudian dia berkata, “Demi Allah, sungguh Ibrahim Hamid, Mahmud Isa, Hasan Salamah, Abul Haija dan Bargouthi lebih berhak dariku meraih kebebasan dan berada di tempat ini, Allah yang menjadi saksinya”. Sebuah pernyataan yang menggambarkan kemuliaan hatinya untuk lebih memikirkan teman-teman seperjuangannya yang masih berada di dalam tahanan Zionis.

Beberapa hari setelah pembebasan Ahlam menikah dengan Nizar, teman seperjuangan yang juga dipenjara Israel karena ikut operasi anti Zionis pada tahun 1990-an. Nizar dibebaskan bersamaan dengan Ahlam. Mereka melangsungkan pernikahan di Amman Yordania karena Ahlam diantar oleh rezim Zionis di negara ini dan dilarang memasuki wilayah Palestina.

Sampai sekarang Ahlam masih tinggal di Yordania dan pemerintah Amerika meminta Yordania untuk menyerahkan Ahlam, namun pemerintah Yordania belum merespon permintaan washington agar mengekstradisinya. (Endang Sulistyowati)

EDITOR: Iwan Y

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU