Rekonstruksi Kasus Perkelahian ala “Gladiator” Hadirkan Empat Tersangka Anak

Di saung korban dibaringkan, para tersangka anak memerankan adegan mengecek kondisi korban. Sampai akhirnya korban dibawa ke rumah sakit menggunakan sepeda motor yang dikendarai FR berboncengan dengan tersangka anak lainnya.

Menurut Choeruddin korban diduga meninggal dunia pada adegan ke-12. Pada saat dibawa dengan sepeda motor korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Saat adegan ke 12 korban masih bernyawa. Ketika dibawa ke rumah sakit korban sudah meninggal dunia,” katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut juga terungkap fakta-fakta, tidak ada perubahan antara BAP dan rekonstruksi, dan perkelahian tersebut direncanakan oleh kedua kelompok sekolah.

Saat perkelahian terjadi dalam rekonstruksi juga terungkap ada perlawanan dari korban, hanya saja korban kalah. Antara korban dan pelaku juga tidak ada dendam, wasit berperan yang menentukan siapa lawan siapa.

Meski sudah 18 bulan berlalu sejak kejadian berlangsung, masing-masing tersangka anak masih mengingat setiap kejadian peristiwa tersebut sehingga tidak ada kesulitan bagi polisi untuk mengumpulkan fakta-fakta dari setiap adegan.

Sementara itu proses rekonstruksi disaksikan oleh para orang tua, pengacara dari pendamping anak, Bapas, dan juga warga. Untuk kelancaran rekonstruksi, polisi memasang garis polisi di sekeliling taman tersebut. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER