Rekonstruksi Kasus Perkelahian ala “Gladiator” Hadirkan Empat Tersangka Anak

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Satreskrim Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat, melakukan rekonstruksi kasus perkelahian pelajar ala “gladiator” dengan menghadirkan empat dari lima tersangka anak untuk memperagakan setiap adegan di Taman Palupuh, Senin (25/9).

“Total ada 14 adegan setiap adegan a, b, dan c, rekonstruksi berlangsung selama dua jam kurang lebih, dimulai dari pukul 15.00 sampai 17.00 WIB,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kompol Choeruddin.

Choeruddin menjelaskan tahapan rekonstruksi dilakukan oleh masing-masing tersangka anak, saksi anak sesuai peran masing-masing tersangka anak (sebutan bagi tersangka anak di bawah umur).

Empat tersangka anak tersebut yakni BV sebagai lawan duel Hilarius Christian Event Raharjo (korban), HK yang menyuruh dan melakukan, MS yang membiarkan, mengatur penempatan lawan duel, juga ikut serta dalam perkelahian, dan TB yang menyuruh melakukan dan menempatkan.

Dari keempat tersangka anak tersebut ada juga FR yang diperankan oleh anggota Polresta. FR sampai saat ini masih dalam pencarian. Dalam rekonstruksi peran FR sangat mencolok dan aktif, dia juga yang membawa korban dengan sepeda motor menuju rumah sakit.

Dalam rekonstruksi tersebut terlihat, sebelum perkelahian ala “gladiator” dimulai para pelajar yang diperankan tersangka anak dan anggota Polresta sekitar 14 orang berkumpul dulu di parkiran motor, terlihat seperti merencanakan sesuatu.

Lalu berjalan ke lapangan basket, terjadi seperti pembagian siapa lawan siapa. MS bertindak sebagai wasit. Di lapangan bagian belakang telah bersiap 10 anak termasuk korban berdiri satu lawan satu, totalnya ada lima yang berkelahi.

Pemukulan terhadap Hilarius dengan lawannya BV terjadi pada adegan ke-12, saat itu posisi korban sudah terbaring di rumput. Tersangka anak BV terlihat memukul pipi korban lalu menendang bagian perut korban.

Saat pemukulan tersebut korban tidak mengeluarkan isyarat untuk menyerah. Sesuai aturan perkelahian “bom-boman” tersebut, perkelahian akan berhenti bila ada yang menyerah dan wasit akan menghentikan perkelahian.

Tak lama setelah itu wasit datang menghampiri korban, perkelahian dihentikan. Korban lalu digotong ke saung yang ada di taman tidak jauh dari parkiran dan lokasi perkelahian.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER