Polresta Pekanbaru Sita 3.282 Botol Miras


PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyita sebanyak 3.282 botol minuman keras yang menyalahi izin edar serta oplosan produksi rumahan dari sejumlah lokasi di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Dari 3.282 botol minuman keras sitaan ini, 35 persen di antaranya adalah minuman keras oplosan yang berbahaya,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Selasa (24/4).

Santo menjelaskan bahwa seluruh minumas keras tersebut merupakan hasil sitaan jajarannya yang dilakukan selama 11 hari yang berakhir pada 23 April 2018.

Mayoritas minuman keras itu, kata dia disita dari dua kecamatan yakni Tampan dan Senapelan. Di lokasi itu jajarannya paling banya melakukan penindakan.

“Paling banyak itu disita dari kecamatan Tampan dan Senapelan. Bukan berarti tidak ada di tempat lain, namun di dua lokasi itu paling marak,” ujarnya.

Minuman keras oplosan, katanya, merupakan hasil pengembangan dari kasus yang diungkap jajaran Polsek Lima Puluh Kota, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Saat itu, dia mengatakan anggotanya menindak sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat meracik minuman keras oplosan.

“Pelaku menggunakan botol miras bermerek. Itu seolah-olah sebagai upaya untuk mengelabui konsumen. Padahal isinya oplosan dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Dari hasil razia selama 11 hari terakhir, dia mengatakan jajarannya menemukan sedikitnya 900 botol miras oplosan tersebut yang menyebar di sejumlah titik.

“Sejauh ini Alhamdulillah belum ada korban, baik meninggal atau sakit. Saya berharap tidak ada warga Pekanbaru menjadi korban seperti kasus lainnya,” ujarnya.

Melengkapi Santo, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi mengatakan jajarannya akan terus melakukan tindakan serupa guna mencegah dan meminimalis korban jiwa akibat miras Oplosan.

Edy juga mengimbau masyarakat bekerja sama dengan Polisi dengan memberikan informasi jika menemukan peredaran miras oplosan. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close