Polisi Tembak Kaki Empat Napi yang Kabur

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Tim gabungan Kepolisian Daerah Bali beserta jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar menembak kaki masing-masing empat tahanan yang nekat kabur dari rumah tahanan Polsek Denpasar Barat beberapa waktu lalu.

“Keempat pelaku yang kami tembak kakinya yakni M. Rifai, Wilson Kenedi, Mohammad Alfah dan M. Zubair karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, setelah berhasil kabur dari sel tahanan lebih dari satu kali 24 jam,” kata Kapolresta Denpasar Kombes (Pol) Hadi Purnomo, di Denpasar, Rabu (20/6).

Ia mengatakan, keberhasilan tim Polda Bali menangkap keempat pelaku yang kabur hingga ke luar Pulau Bali ini berkat informasi penangkapan M. Pansuri Akbar yang berhasil bekuk petugas lebih awal di Mushola Baitul Mukmin, Denpasar Selatan, pada Senin (4/6) Pukul 19.00 Wita.

Untuk penangkapan pelaku M. Zubair dilakukan di Terminal Bungurasih, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 5 Juni 2018, Pukul 14.00 Wita, dimana pelaku ini berencana akan melarikan diri ke Jakarta.

Dari penangkapan Zubair ini mendapat informasi bahwa M. Rifai berada di Jawa Barat, selanjutnya tim melakukan pengejaran kepada Rifai di kamar kos, Jalan Cibiru, Kota Bandung, pada 11 Juni 2018, Pukul 01.30 Wib.

“Sebelum keempat tahanan kabur ini ditangkap, petugas mendapat informasi dari Akbar bahwa barang bukti untuk menjebol atap sel tahanan seperti gergaji, plastik pembungkus berada di atas plafon,” ujarnya.

Dari M. Rifai ini, tim melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa keberadaan Wilson Kenedi dan Mohammad Alfah melarikan diri ke Kota Balikpapan.

“Keduanya melarikan diri naik truk jurusan Gilimanuk dan setelah tiba di Banyuwangi lantas keduanya ke Tanjung Perak, Surabaya,” katanya.

Pada tanggal 15 Juni 2018, Pukul 20.05 Wita melakukan penangkapan terhadap Wilson Kenedi di Balikpapan yang sebelum ditangkap sempat bertemu dengan keluarganya dan penangkapan M. Alfah pada 16 Juni 2018, Pukul 04.30 Wita, di Samarinda.

Untuk kerabat M. Rifai yakni Mohammad Yasin yang membantu upaya pelarian kelima tahanan kabur ini karena membawakan gergaji dan plastik pembungkus gergaji juga sudah ditangkap dan dikenakan Pasal 170 jo Pasal 55 KUHP.

“Dalam pelariannya Wilson Kenedi dan Mohammad Alfah ke Kalimantan, dirinya mendapat ongkos dari sopir truk Rp50 ribu agar bisa menumpang kapal menuju Kalimantan,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa tersangka Mohammad Akbar yang terjerat kasus pencurian dengan pemberatan, Mohammad Arfan (kasus curat), M. Jubair (kasus penggelapan), M. Rifai (kasus pencurian biasa) dan Wilson Kenedi (kasus curat).

“Kelima pelaku ini akan dikenakan ancaman hukuman tambahan tujuh tahun karena melakukan pelarian dari jeruji besi,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan