Polisi Telisik 40 Sertifikat Tanah Pandawa Group

JAKARTA – Polisi kini menelisik aset-aset Pandawa Group setelah sebelumnya sang bos, Salman Nuryanto, dan kawan-kawan  ditangkap. Aliran dana Koperasi Pandawa pun juga mulai diusut.

Kini, setidaknya ada 40 sertifikat tanah yang tersebar di beberapa daerah di Jawa, Sumatera, dan Batam. Ada pula 12 rekening tabungan yang telah dibekukan serta belasan kendaraan berupa mobil dan sepeda motor. Dalam menghimpun dana, calon anggota diiming-imingi bagi hasil sekitar 10 persen per bulan tergantung tingkatan. Mulai dari bintang 1 hingga 7 dan di tingkat tertinggi diberi istilah diamond. Tingkatan diatur berdasarkan dana yang bisa dititipkan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menyatakan, kepolisian terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri aset milik Pandawa Grup. Untuk itu, polisi juga melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Aset tersebut ada yang atas nama tersangka, istri pertama, istri kedua, adiknya dan sebagainya. Kami masih telusuri terus,” tutur Argo, Jumat (24/2)

Hingga kini, polisi masih melakukan penyidikan terutama untuk mencocokkan nilai aset milik para tersangka dengan jumlah kerugian yang dialami para korban. Untuk itu, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih membuka cricis center. Dalam sehari, polisi mengaku bisa mendapat laporan sekitar 1.000 hingga 2.000 nama baru. Namun data korban ini belum seluruhnya masuk ke laporan resmi. Pasalnya, kepolisian harus memverifikasi laporan korban.

Untuk itu, korban yang melapor disyaratkan membawa beberapa dokumen, yaitu identitas diri (KTP), bukti telah mentransfer ke Koperasi Pandawa dan surat perjanjian kerjasama (SPK). Jika bukti transfer tak ada, polisi enggan menerima laporan. “Jumlah laporan polisi (LP) untuk sementara 22 LP. Berdasar LP itu saja, ada sekitar 1.300 korban,” kata Argo.

Sebelumnya, Senin (20/2) dini hari lalu, kepolisian telah meringkus Nuryanto bersama tiga tersangka lain, yaitu Madamin yang aktif merekrut anggota, Subardi, dan Taryo, adik Nuryanto yang sebelumnya menjadi staf administrasi di Koperasi Pandawa.

Tak lama, dua istri dan mertua Nuryanto diamankan polisi dengan status sebagai tersangka. “Telah diamankan juga tiga orang, yaitu N istri pertama, C istri kedua, dan D orang tua istri kedua,” imbuh Argo.

Salah satu anggota Koperasi Pandawa enggan disebut namanya mengaku awalnya tertarik lantaran cerita kawannya. Pegawai Kantor Pos di daerah Depok ini makin yakin setelah datang ke pengajian yang diadakan kawannya yang lebih dulu ikut. Di situ, hadir pula politisi terkenal dan artis. Awal Desember lalu, ia pun mendaftar dan menitipkan uang Rp 40 juta. “Lama-lama saya ikut juga. Yang bikin nyesek, saya ikut pakai duit utang,” tuturnya.

EDITOR: Rizky

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy