Polisi Telisik 40 Sertifikat Tanah Pandawa Group

0
86
Kantor Pandawa Group.

JAKARTA – Polisi kini menelisik aset-aset Pandawa Group setelah sebelumnya sang bos, Salman Nuryanto, dan kawan-kawan  ditangkap. Aliran dana Koperasi Pandawa pun juga mulai diusut.

Kini, setidaknya ada 40 sertifikat tanah yang tersebar di beberapa daerah di Jawa, Sumatera, dan Batam. Ada pula 12 rekening tabungan yang telah dibekukan serta belasan kendaraan berupa mobil dan sepeda motor. Dalam menghimpun dana, calon anggota diiming-imingi bagi hasil sekitar 10 persen per bulan tergantung tingkatan. Mulai dari bintang 1 hingga 7 dan di tingkat tertinggi diberi istilah diamond. Tingkatan diatur berdasarkan dana yang bisa dititipkan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menyatakan, kepolisian terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri aset milik Pandawa Grup. Untuk itu, polisi juga melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Aset tersebut ada yang atas nama tersangka, istri pertama, istri kedua, adiknya dan sebagainya. Kami masih telusuri terus,” tutur Argo, Jumat (24/2)

Hingga kini, polisi masih melakukan penyidikan terutama untuk mencocokkan nilai aset milik para tersangka dengan jumlah kerugian yang dialami para korban. Untuk itu, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih membuka cricis center. Dalam sehari, polisi mengaku bisa mendapat laporan sekitar 1.000 hingga 2.000 nama baru. Namun data korban ini belum seluruhnya masuk ke laporan resmi. Pasalnya, kepolisian harus memverifikasi laporan korban.

Untuk itu, korban yang melapor disyaratkan membawa beberapa dokumen, yaitu identitas diri (KTP), bukti telah mentransfer ke Koperasi Pandawa dan surat perjanjian kerjasama (SPK). Jika bukti transfer tak ada, polisi enggan menerima laporan. “Jumlah laporan polisi (LP) untuk sementara 22 LP. Berdasar LP itu saja, ada sekitar 1.300 korban,” kata Argo.

Sebelumnya, Senin (20/2) dini hari lalu, kepolisian telah meringkus Nuryanto bersama tiga tersangka lain, yaitu Madamin yang aktif merekrut anggota, Subardi, dan Taryo, adik Nuryanto yang sebelumnya menjadi staf administrasi di Koperasi Pandawa.

Tak lama, dua istri dan mertua Nuryanto diamankan polisi dengan status sebagai tersangka. “Telah diamankan juga tiga orang, yaitu N istri pertama, C istri kedua, dan D orang tua istri kedua,” imbuh Argo.

Salah satu anggota Koperasi Pandawa enggan disebut namanya mengaku awalnya tertarik lantaran cerita kawannya. Pegawai Kantor Pos di daerah Depok ini makin yakin setelah datang ke pengajian yang diadakan kawannya yang lebih dulu ikut. Di situ, hadir pula politisi terkenal dan artis. Awal Desember lalu, ia pun mendaftar dan menitipkan uang Rp 40 juta. “Lama-lama saya ikut juga. Yang bikin nyesek, saya ikut pakai duit utang,” tuturnya.

EDITOR: Rizky

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

Prabowo Masih Kaji Cagub untuk Jawa Tengah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra menegaskan belum mengambil keputusan mengenai calon gubernur untuk Jawa Tengah (Jateng). Gerindra masih melakukan pengkajian secara mendalam untuk memilih...

Tunggu Instruksi DPP, PAN Jatim Belum Tentukan Cagub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPW PAN Jatim sampai saat ini belum menentukan arah dukungan di Pilgub Jatim mendatang. “Kami di DPW sampai saat belum bisa memberikan...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...