close

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Puluhan Mobil di Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Denpasar, Polda Bali, menahan pasangan suami-istri yang melakukan penipuan dan penggelapan puluhan mobil dengan modus menggunakan identitas palsu untuk melakukan pengalihan kredit kendaraan kepada sejumlah korbannya di Pulau Dewata.

“Kedua pelaku penggelapan mobil roda empat ini adalah Hafid (41) dan Anita Yulistia (37) yang beberapa kali melakukan aksi penggelapan di sejumlah wilayah Polresta Denpasar,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Aryawan di Denpasar, Ahad (12/8).

Kedua pelaku saat ini masih ditahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait apakah ada keterlibatan orang lain dalam sindikat penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukannya tersebut.

Pengungkapan aksi keduanya ini bermula, dari pengaduan korban I Gede Arya Merandika kepada tim Resmob Polresta, karena kedua pelaku melakukan pengalihan (over) kredit mobil Xenia dengan Nomor Polisi DK-986-LS kepada korban seharga Rp26 juta.


Setelah selesai membuat surat perjanjian dengan menggunakan KTP diduga palsu dengan nama M Dhopir (nama palsu). Sedangkan identitas istri Nisa (nama palsu). Selanjutnya kedua pasutri ini membawa mobil korban.

Selama dua bulan, pelaku tidak melakukan pembayaran cicilan kredit dan korban curiga dan mengecek ke rumah kontrakan pelaku dan tidak ditemukan kedua pasangan suami istri ini dan unit mobil Xenia tersebut.

“Korban curiga dengan tidak adanya pelaku dan mobil tersebut sehingga korban melaporkan kepada Polresta Denpasar,” ujarnya.

Menerima laporan itu, tim Resmob Polresta Denpasar pada 8 Agustus 2018 pukul 15.00 Wita melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di daerah Renon Denpasar.

“Kepada petugas pelaku mengakui telah melakukan over kredit mobil Xenia milik korban dan mobil tersebut sudah digadaikan di Bondowoso, Jawa Timur dengan harga Rp32 juta,” ujarnya.

Kedua tersangka juga mengaku juga melakukan aksi penipuan sebanyak enam kali dengan modus yang sama pada Juli 2018, yakni melakukan “over” kredit mobil Suzuki Ertiga milik Simon dengan uang muka Rp30 juta yang transaksinya dilakukan di MCD Jalan Keboiwa Denpasar.

Selanjutnya menipu korban Pande yang memiliki mobil Daihatsu Ayla dengan uang muka Rp26 juta, mobil Suzuki Karimun Wagon R milik Eky yang dialihkan kreditnya dengan uang muka Rp20 juta, mobil Honda Mobilio milik Edy dengan uang muka Rp35 juta.

Pelaku melakukan transaksi dengan para korbannya di KFC Jalan Gatotsubroto Barat.

Aksi serupa juga dilakukan kepada mobil Toyota Calya milik Gery untuk dilakukan over kredit oleh tersangka saat bertransaksi di Indomart Sunset Road Kuta Badung dengan uang muka Rp22 juta dan mobil Daihatsu Grandmax Pic Up milik Made yang dilakukan over kredit tersangka dengan uang muka Rp20 juta.

Mobil-mobil yang berhasil diambil kedua tersangka dari para korbannya ini dengan modus sama, lantas digadaikan di daerah Jawa Timur dan uang cicilan kredit yang dijanjikan kedua pelaku kepada korbannya tidak pernah dibayarkan. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Korban Tewas Akibat Serangan Bom di Srilangka Meningkat Jadi 290 Orang

Sebelumnya pada Ahad (21/4) malam, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 207 orang.

Terkait Pengunduran Diri Bupati Madina Karena Jokowi Kalah, Begini Tenggapan Mendagri

"Benar yang bersangkutan membuat surat tersebut," kata Mendagri Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi di Jakarta, Ahad (21/4).

Diduga Ada Penggelembungan Suara, Bawaslu Rekomendasikan PSU di Surabaya

"Ada sebanyak 8.146 TPS yang kami rekomendasikan penghitungan ulang," kata Ketua Bawaslu Surabaya, Hadi Margo

Klaim Menang dengan Potong Tumpeng, Erick Thohir: Ini Data dan Fakta, Kita Bukan Pendusta

"Insya Allah kita ini bukan pendusta. Kita bukan pembohong, saya setuju dengan adinda saya saudara Bahlil, data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen ke atas. Ini bukan klaim tapi ini data dan fakta. Kita harus jaga kemenangan ini karena ini ke arah yang benar," ujar Erick Thohir.

Nilai Pemilu 2019 Terburuk Pasca Reformasi, Bambang: Tidak Penuhi Asas Luber dan Jurdil

Menurut Bambang, Pemilu kali ini tidak memenuhi asas Langsung, Umum, Bebes, dan Rahasia (LUBER) sebagaimana diamanatkan Undang Undang. "(Juga) tidak terpenuhi prinsip Judil (jujur dan adil, red)," ujarnya.

Kecewa Jokowi Kalah di Daerahnya, Bupati Madina Pilih Mengundurkan Diri

Didalam surat bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019 yang ditujukan kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri, Dahlan Hasan menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Bupati Madina.

Klaim Menang dengan Potong Tumpeng, Erick Thohir: Ini Data dan Fakta, Kita Bukan Pendusta

"Insya Allah kita ini bukan pendusta. Kita bukan pembohong, saya setuju dengan adinda saya saudara Bahlil, data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen ke atas. Ini bukan klaim tapi ini data dan fakta. Kita harus jaga kemenangan ini karena ini ke arah yang benar," ujar Erick Thohir.

Nilai Pemilu 2019 Terburuk Pasca Reformasi, Bambang: Tidak Penuhi Asas Luber dan Jurdil

Menurut Bambang, Pemilu kali ini tidak memenuhi asas Langsung, Umum, Bebes, dan Rahasia (LUBER) sebagaimana diamanatkan Undang Undang. "(Juga) tidak terpenuhi prinsip Judil (jujur dan adil, red)," ujarnya.

Belum Ingin Deklarasi Kemenangan, Jokowi Minta Semua Bersabar Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi sendiri meminta semua pihak untuk menahan diri dan bersabar menunggu proses penghitungan suara hasil Pemilu 2019 dari KPU.

Membaca Hasil Pilpres 2019 di Ranah Minang Terkait Kalah Telaknya Jokowi

Sempat digadang-gadangkan akan mendongkrak perolehan suara Calon Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019, dukungan 12 kepala daerah di Sumatera Barat terhadap capres petahana tersebut nyaris tak berjejak melihat hasil penghitungan sementara.

TERPOPULER

Kecewa Jokowi Kalah di Daerahnya, Bupati Madina Pilih Mengundurkan Diri

Didalam surat bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019 yang ditujukan kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri, Dahlan Hasan menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Bupati Madina.

Tanggapi Tudingan PKB, PDIP Surabaya: Jika Tidak Ada Bukti, Akan Kami Lawan

"Jika itu tidak terbukti, maka kami akan melaporkan dan memprosesnya secara hukum karena sudah menyangkut nama partai," tegas Whisnu Sakti.

PKB Tuding PDIP Gelembungkan Suara di Sejumlah TPS di Surabaya

"Temuan yang jelas itu, ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP yang masif di beberapa TPS. Dan itu kegiatannya hampir sama, penggelembungan antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS," ungkap Musyafak

Begini Penilaian Pakar Gestur Soal Ekspresi Sandi Saat Deklarasi Kemenangan Prabowo

"Itu bukan sakit, ekspresi itu adalah ekspresi ketidaksukaan pada sesuatu," kata Handoko

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama