Polisi Gerebek Rumah Penyimpanan Narkoba di Medan

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Sebuah rumah di Jalan Penampungan, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Sumatera Utara, digerebek Polrestabes Medan, Senin (9/4).

Polisi mengamankan tiga orang serta menyita barang bukti berupa sabu berkisar 15 Kg dan inex sebanyak 40 ribu butir.

“Ketiga pelaku yakni PS warga Karang Rejo, Kecamatan Medan Polonia, istri dari PS dan RS warga Medan. Barang bukti berupa sabu 15 kg, ada yang terbungkus rapi dan ada yang sudah dibagi-bagi serta inex 40 ribu butir,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Senin (9/4).

Penangkapan berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa ada narkotika yang akan dibawa dari Aceh. Langsung dilakukan penyelidikan dan pengintaian selama hampir seminggu. Kemudian, istri dari PS datang ke gudang tersebut menggendong seorang anaknya.

“Istri dari pelaku datang membawa makanan untuk diberikan ke PS suaminya. Saat itu kedua pelaku tengah mengemasi sabu dan inex itu untuk diedarkan. Karena kami takut kecolongan, lalu para pelaku disergap,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pelaku sengaja menyewa rumah itu untuk dijadikan gudang penyimpanan sabu. Barang haram ini lantas dipasok dari Aceh untuk diedarkan di Kota Medan dan sekitarnya.

Para pelaku merupakan pemain lama yang termasuk jaringan Malaysia, Aceh dan Medan.

“Ini merupakan pengembangan kasus. Pelaku sudah lama kami intai. Untuk berapa lama mereka menyewa rumah ini, masih dalam penyidikan. Untuk sementara, tiga orang yang diamankan. Kasusnya masih dalam pengembangan. Karena sebenarnya ada setengah kilo sabu yang sempat diedarkan pelaku,” ungkapnya. (Mica/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER