Polda Yogyakarta Sita 55 Botol Bom Molotov

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengamankan sedikitnya 55 botol bom molotov yang diduga milik massa pengunjuk rasa yang berujung anarkis dengan pembakaran pos Polisi Lalu Lintas di simpang tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (1/5).

“Selain menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, kami juga mengamankan dan menyita barang bukti berupa 55 botol molotov, empat petasan, empat plastik berisi solar bahan bakar molotov, batu, pentungan kayu dan besi, dan cat semprot,” kata Direktur Reserse Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Rabu (2/5).

Menurut dia, dari hasil penyelidikan, polisi menemukan petunjuk barang bukti itu sengaja dipersiapkan peserta demo sejak awal.

“Dari penyelidikan kami menemukan petunjuk adanya tempat mereka membuat bom molotov. Kemudian siapa pembuatnya, siapa yang membawa ke TKP, siapa yang mendanai. Tapi ini masuk materi penyidikan tidak bisa kami sampaikan dan masih didalami,” katanya.

Ia mengatakan, barang bukti lain yang diamankan yakni belasan spanduk di antaranya bertuliskan “Tolak Bandara”, “Tolak NYIA”, “Stop NYIA”.

“Kemudian ‘Nawacita membunuh Indonesia dari Pinggiran’, ‘Sultan : Nightmare’, ‘Tolak Upah Murah’ dan ‘Jogja Istimewa Tanpa SG/PAG’,” katanya.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan dalam pemeriksaan lanjutan satu orang pendemo yang tertangkap positif konsumsi narkotika dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik juga menemukan salah satu pelaku aksi berinisial BV positif mengkonsumi sabu, ganja, ekstasi, dan obat pemenang,” katanya.

Ia mengatakan, BV ditetapkan sebagaii tersangka hanya terkait penyalahgunaan narkotika. Bukan sebagai tersangka aksi kericuhan yang berujung pembakaran Pos Polisi Lalu lintas di UIN.

“Tersangka ini di luar tiga tersangka aksi kerusuhan demo UIN, tapi masih satu kelompok,” katanya.

Dalam aksi anarkis demo di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, polisi mengamankan total 69 orang aktivis. Tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan pos polantas, satu orang tersangka penyalahgunaan narkotika, dan selebihnya masih berstatus saksi. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

  1. Penggiringan opini pun dimulai! Tebak-tebakan yuk…diseting ada tuduhan makar ga ke gerakan rakyat #2019GantiPresiden???

    Kalau rezim ngulang isu itu lg seperti jaman ahotay…yowes…insyaAllah terpaksa mundur Dilan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER