🔍 Mengapa Korea Selatan Berbeda?
Perbedaan ini bukan soal kesempurnaan Korea Selatan. Negeri ginseng itu juga penuh skandal — mantan Presiden Yoon Suk-yeol bahkan divonis penjara seumur hidup pada Februari 2026 atas kasus makar. Tapi ada satu hal yang membedakan: ada konsekuensi nyata dan cepat atas pelanggaran etika publik, bahkan yang sifatnya tidak langsung.
Kim Jin-kook tidak terlibat langsung dalam lamaran kerja anaknya. Ia bahkan tidak tahu isi CV itu sebelumnya. Tapi ia merasa tanggung jawab moral sebagai pejabat publik dan sebagai ayah menuntutnya untuk pergi. Itulah yang Korea Selatan sebut sebagai 책임 (chaegim) — rasa tanggung jawab.
Di Indonesia, budaya chaegim itu seolah tidak pernah tumbuh subur. ICW mencatat ada 791 kasus korupsi dengan 1.695 tersangka sepanjang 2023. Indeks Persepsi Korupsi Indonesia turun dari 40 poin di 2019 menjadi 34 poin di 2023. Sementara itu, Kemendagri mengidentifikasi 171 daerah yang sudah terbelit dinasti politik. Semuanya berjalan terus, kursi-kursi tetap terisi, jabatan tetap disandang.
Yang paling menggelikan — atau menyedihkan — adalah fakta bahwa pada 2023, Presiden Jokowi justru meneken Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2023 yang membolehkan menteri dan kepala daerah maju Pilpres tanpa harus mundur dari jabatan. Cukup cuti. Kalau kalah, bisa balik lagi. Sebuah aturan yang seolah dirancang untuk memastikan tidak ada yang perlu benar-benar “mundur” dari apa pun.
💬 Penutup: Soal Ukuran Malu
Kim Jin-kook mundur karena malu. Anaknya hanya menyelipkan nama di CV — tidak ada uang negara yang hilang, tidak ada jabatan yang disalahgunakan secara langsung, tidak ada korban jiwa. Tapi rasa malu itu cukup berat untuk membuat seorang pejabat senior meninggalkan kursi empuknya.
Di Indonesia, pertanyaannya bukan lagi “kapan pejabat akan mau mundur?” — tapi sudah bergeser menjadi: “Apakah rasa malu itu masih ada?”
Ketika korupsi ratusan triliun rupiah, penyalahgunaan wewenang, hingga dinasti politik berjalan tanpa konsekuensi pengunduran diri, kita perlu merenungkan: standar apa yang sedang kita terapkan untuk para pemimpin kita?
Satu CV anak, 12 jam, satu kursi kosong. Itulah Korea Selatan. Dan kita?
Catatan Redaksi: Kasus Kim Jin-kook terjadi pada 21 Desember 2021 di bawah pemerintahan Presiden Moon Jae-in. Data telah diverifikasi dari laporan Korea JoongAng Daily, MBC Korea, Tempo.co, dan berbagai sumber terpercaya lainnya.
