KPK Jelaskan Kronologi OTT di Banjarmasin

0
55
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) korupsi persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin sebesar Rp50,5 miliar.

“Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan enam orang yaitu Dirut PDAM Kota Bandarmasih, Muslih, Manajer Keuangan PDAM Kota Bandarmasih, Trensis, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin sekaligus Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal, Andi Effendi, dan dua anggota DPRD Kota Banjarmasin masing-masing AR dan HE,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/9).

Alex menjelaskan pada Senin (11/9), diduga Muslih meminta PT Chindra Santi Pratama rekanan PDAM untuk menyediakan dana Rp150 juta dan menyerahkan uang itu kepada Trensis.

Tanggal 12 September, diserahkan uang tersebut kepada Trensis sebesar Rp150 juta yang kemudian disimpan Trensis di brankasnya, kata Alex.

Selanjutnya, kata dia, pada Kamis (14/9) pagi, Muslih memerintahkan Trensis untuk mengambil uang di brankasnya sebesar Rp100 juta lalu meminta Rp5 juta untuk dirinya sebagai pengganti pemberiannya terdahulu kepada Iwan Rusmali.

1
2
3
4
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Rita widyasari ditahan

KPK Tetapkan Rita Widyasari-Khairudin Tersangka TPPU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka Tindak Pidana...
Pengungsi Rohingya

Bangladesh-Myanmar Sepakati Soal Pemulangan Muslim Rohingya

DHAKA/COX'S BAZZAR, SERUJI.CO.ID - Bangladesh mengatakan pada Selasa (16/1) pihaknya akan merampungkan proses pengembalian banyak di antara para pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari...

Kembali, Pemilik Akun Sosmed Dihukum 18 Bulan Penjara Karena Hina Presiden

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Farhan Balatif, selama 18 bulan penjara. Pemuda ini terbukti bersalah menghina Presiden Jokowi...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...