Kantornya Digeledah KPK, Begini Tanggapan Menpora Imam Nahrowi


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Belasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyambangi gedung pusat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Kamis (20/12). Mereka menggeledah ruang kerja Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah ke KONI.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang ditemui seusai menghadiri acara pameran foto atlet Asian Games dan Asian Para Games di Wisma Kemenpora mengaku telah mengtahui kabar tersebut dan menghormati prosedur yang dilakukan KPK.

“Ya, masing-masing institusi punya prosedur yang harus dilakukan dan ditempuh, maka harus kita hormati,” kata Menpora Imam Nahrawi, Kamis (20/12).

Menpora juga meminta kepada jajarannya agar kooperatif dan bisa membantu KPK.

“Ini sudah soal penegakan hukum yang telah dilakukan KPK, kita tentu menghormati, kita akan membantu KPK nanti dalam hal penuntasan masalah ini. Tentu saya meminta jajaran saya dan semua keluarga besar kemenpora untuk membantu agar ini betul-betul jadi pelajaran penting bagi kita semua. Ini merupakan evaluasi dari Kemenpora, bagaimana pengawasan internal dilakukan secara masif,” pungkasnya.

Baca juga: Geledah Ruang Menpora Imam Nahrawi, KPK Sita Dokumen Hibah

Sebelumnya, ruang kerja Menpora Imam Nahrawi digeledah KPK terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah untuk KONI. KPK beralasan Nahrawi mengetahui alur pengajuan proposal hibah dari KONI itu.

“Karena proses pengajuan proposal ada alurnya. Mulai pihak pemohon diajukan ke Menpora, Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau mendisposisikan misalnya, dan bagaimana proses berikutnya jika disetujui atau tidak disetujui, perlu kami temukan secara lengkap,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Febri mengatakan ada dokumen proposal hibah yang disita dari ruangan Nahrawi. Namun tak disebutkan Febri mengenai detail proposal apa saja yang dimaksud.

Baca juga: Begini Kronologi OTT Terhadap Pejabat Kemenpora dan Pengurus KONI

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto menjadi tersangka. Ketiganya diduga sebagai penerima suap.

Selain itu, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy sebagai tersangka. Keduanya diduga sebagai pemberi suap. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close