Kantornya Digeledah KPK, Begini Tanggapan Menpora Imam Nahrowi

0
32
  • 4
    Shares
Imam Nahrowi Menpora

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Belasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyambangi gedung pusat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Kamis (20/12). Mereka menggeledah ruang kerja Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah ke KONI.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang ditemui seusai menghadiri acara pameran foto atlet Asian Games dan Asian Para Games di Wisma Kemenpora mengaku telah mengtahui kabar tersebut dan menghormati prosedur yang dilakukan KPK.

“Ya, masing-masing institusi punya prosedur yang harus dilakukan dan ditempuh, maka harus kita hormati,” kata Menpora Imam Nahrawi, Kamis (20/12).

Menpora juga meminta kepada jajarannya agar kooperatif dan bisa membantu KPK.

“Ini sudah soal penegakan hukum yang telah dilakukan KPK, kita tentu menghormati, kita akan membantu KPK nanti dalam hal penuntasan masalah ini. Tentu saya meminta jajaran saya dan semua keluarga besar kemenpora untuk membantu agar ini betul-betul jadi pelajaran penting bagi kita semua. Ini merupakan evaluasi dari Kemenpora, bagaimana pengawasan internal dilakukan secara masif,” pungkasnya.

Baca juga: Geledah Ruang Menpora Imam Nahrawi, KPK Sita Dokumen Hibah

Sebelumnya, ruang kerja Menpora Imam Nahrawi digeledah KPK terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah untuk KONI. KPK beralasan Nahrawi mengetahui alur pengajuan proposal hibah dari KONI itu.

“Karena proses pengajuan proposal ada alurnya. Mulai pihak pemohon diajukan ke Menpora, Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau mendisposisikan misalnya, dan bagaimana proses berikutnya jika disetujui atau tidak disetujui, perlu kami temukan secara lengkap,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Febri mengatakan ada dokumen proposal hibah yang disita dari ruangan Nahrawi. Namun tak disebutkan Febri mengenai detail proposal apa saja yang dimaksud.

Baca juga: Begini Kronologi OTT Terhadap Pejabat Kemenpora dan Pengurus KONI

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto menjadi tersangka. Ketiganya diduga sebagai penerima suap.

Selain itu, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy sebagai tersangka. Keduanya diduga sebagai pemberi suap. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU