Chatting Antar Penjual dan Pembeli Mobil, Berakhir Debat Soal “Car” dan “Ship”

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dengan adanya kemajuan internet dan sosial media, saat ini menjual barang menjadi semakin mudah. Tinggal posting di akun sosial media atau di aplikasi jual beli barang, dengan cepat calon pembeli datang.

Pembeli pun bisa datang dari mana saja, bahkan dari negara lain yang tidak disangka-sangka. Namun terkadang kendala bahasa bisa jadi persoalan. Walau misal sama-sama menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, tapi kebiasaan pengucapan dan dialek bisa jadi persoalan.

Seperti kasus yang terjadi antar penjual mobil dan pembeli mobil, yang dimuat di viral4real ini. Lewat screenshots perbincangan di Whatsapp, sang penjual mobil yang berasal dari Malaysia, memperlihatkan perbicangannya dengan peminat mobilnya yang berasal dari Nigeria (kode telpon +234) di akun facebooknya.

Awalnya, semua berjalan lancar saja. Sang peminat mobil yang melihat penawaran dilayanan mudah.com menyampaikan minatnya dalam bahasa Inggris.


“Hello, Salam, saya melihat iklan anda di mudah.com. (mobil) Proton Satria Neo 1.6. Apakah masih ada?” tanya peminat dari Nigeri tersebut.

Chatting awal yang ‘baik-baik’ saja

Kemudian penjual menjawab dan memenuhi permintaan calon pembeli yang menginginkan melihat gambar-gambar lainnya dari mobil yang ditawarkan.

Puas dengan gambar yang dikirim, calon pembeli dari Nigeria pun menanyakan harga dari mobil yang ditawarkan tersebut.

“Cash atau kredit, pak?” tanya penjual dari Malaysia tersebut.

Masalah baru muncul saat calon pembeli menjawab dia akan bayar cash lewat transfer Bank, serta memberitahu tidak usah khawatir soal biaya pengiriman (shipping) ke negaranya.

Shipping (pengiriman) yang disampaikan calon pembeli dari Nigeria ini diartikan berbeda oleh penjual dari Malaysia yang menyangka Ships (kapal).

BACA JUGA:  Komedian Ade Jigo dan Band Seventeen Menjadi Korban Tsunami Anyer

“Saya jual mobil, bukan jual kapal, pak,” jawab si penjual menegaskan bahwa ia menjual mobil (car) bukan kapal (ship).

Walau sudah dijelaskan oleh pembeli bahwa ia paham si penjual menjual mobil dan inginkan mobil tersebut dikirimkan (shipping) ke negaranya serta biaya kirim akan dia bayar beserta harga mobil, namun si penjual tetap “keukeh” bahwa ia menjual “car” (mobil) bukan “Ships” (kapal)

Kembali si penjual menegaskan bahwa ia menjual mobil dengan mengirimkan gambar mobilnya.

“Tapi ini mobil lho pak, bukan kapal. Seperti yang saya sampaikan kepada bapak,” tegas si penjual dengan percaya diri.

Kembali pembeli yang mungkin sangat sabar, menjawab bahwa ia tahu yang dijual mobi; dan ingin segera membayarnya.

“Tapi, Afrika Barat jauh lho pak, saya tidak bisa menyetir kesana,” kembali penjual memastikan.

“Ya, kamu tinggal kirimkan lewat perusahaan pengiriman. Saya akan membayar cash lewat transfer, termasuk biaya kirim ke tempat saya,” jawab pembeli.

Membaca itu, kembali si penjual menegaskan bahwa ia menjual mobil bukan (ships).

Dan terjadilah perbincangan yang membuat warganet di facebook yang membaca postingan ini tidak dapat menahan tawa dan menshare kisah ini.

Nampakanya calon pembeli yang berasal dari Nigeria ini demikian sabarnya, sehingga demi mobil yang akan dia hadiahkan pada orang tuanya tersebut, dia rela menunggu si penjual bertanya kepada temannya untuk memastikan apa itu Shipping dan Ship.

Dan inilah akhirnya chat mereka.

(ARif R/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Apakah Anda Penyandang Diabetes Mellitus? Begini Cara Mengetahuinya

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang tinggi jumlah pengidapnya. Setiap orang dapat terkena Diabetes. Tapi tahukah anda cara mengetahuinya?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi