Umroh Bersama Anak Yatim

Oleh: Rahmi Isriana

SERUJI.CO.ID – Hidup selalu punya rencana. Setiap manusia, pasti punya rencana untuk masa depannya. Dari mulai yang kecil hingga yang besar. Berangkat dari yang tak mungkin hingga kemudian jadi mungkin.

Pak Denny JA mengajarkan saya untuk percaya pada keyakinan. Salah satunya adalah keyakinan tentang sesuatu yang tak mungkin, menjadi mungkin.

Suatu hari, saya menemuinya untuk keberangkatan ke Palu. Saat itu ia tengah berbincang dengan travel yang akan digunakan olehnya memberangkatkan 15 anak yatim pilihan. Iya betul, 15 anak yang oleh Denny JA diberikan hadiah mengunjungi Baitullah karna mereka hafidz dan hafidzah, dengan tahajud yang tak pernah putus.

Saat saya berdecak kagum pada anak-anak yatim tersebut, juga pada pilihan hadiah Denny JA pada mereka berupa Umroh gratis, tiba-tiba pak Denny berkomentar “kamu mau umroh?” saya mengangguk mantap. Muslim mana yang ditanya tentang itu menggelengkan kepala?


“oke kita salaman dulu” jabat tangan, selama saya mengenal beliau adalah janjinya akan sebuah hal. Dan Denny JA, tak pernah mengingkari janjinya.

Tanggal 21 Oktober saya bertolak dari Soekarno Hatta, bersama 15 anak yatim yang luar biasa. Umroh, adalah impian seluruh muslim. Dan saya melaksanakan Umroh bersama 15 Tamu Istimewa Allah.

Saya adalah manusia yang beruntung. Tentu saja, Allah mengundang saya melalui Seorang Denny JA. Pria yang seringkali disebut-sebut sebagai orang yang manipulatif ini hanya berucap “ini hadiah Allah, karna kamu begitu mencintai Yatim. Saya hanya perantara”.

BACA JUGA:  Temui Menpora Memakai Jilbab, Lindswell Kwok Dikabarkan Mualaf

10 hari bersama anak yatim di Mekkah dan Madinah. 10 hari saya melihat bagaimana anak-anak ini terus bertanya pada saya tentang sosok Denny JA. “bun, pak Denny itu baik yah bun. Kita ke rumahnya dikasih sajadah dan tasbih” ujar Felly, yang kemudian disambung Khadijah “dikasih Chicken juga, bun” dan lalu beberapa teman lainnya menimpali.

Saya menjawab sambil tersenyum. Dalam hati saya membathin, “iya nak, dia sangat baik. Dan murah hati”. Saya tak hanya berucap isapan jempol belaka. Lombok, Aceh, Palu, adalah saksi bagaimana saya menjalankan amanahnya untuk membantu banyak anak yatim. Dan 10 hari kemarin, hati saya melihat kembali kebaikannya.

Pada akhirnya, saya ingin berucap. “pak, terimakasih. Telah mengapresiasi saya seindah ini. Hadiah ini, adalah kebaikan anda yang akan terus saya simpan dalam hati”.

Postingan ini hanyalah sebuah cerita, cara saya berbagi pengalaman. Tanpa maksud apapun, tanpa tujuan pada siapapun. Ini pengalaman saya tentang perjalanan hidup, tentang sesuatu yang awalnya bahkan tak pernah ada dalam impian, namun bisa menjadi kenyataan.

(SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi