Cara Sederhana Menghilangkan Bau Pada Sepatu

Bau tak sedap pada kaki yang muncul saat melepas sepatu bisa karena bakteri dan jamur bercampur dengan keringat anda.

SERUJI.CO.ID – Di musim hujan begini sepatu sering kali basah karena terkena genangan air. Akibatnya bisa menimbulkan bau tak sedap pada kaki, ketika anda melepas sepatu.

Pada dasarnya, bau kaki pada sepatu dihasilkan oleh bakteri dan jamur yang bercampur dengan keringat. Kondisi lembab dalam sepatu, semakin memperburuk keadaan karena menjadi lahan pertumbuhan bakteri.

Agar sepatu tidak semakin bau, anda perlu sering mencuci dan mengeringkan sepatu. Kenali jenis sepatu anda, gunakan detergen dengan bijak saat mencuci agar warna sepatu tidak mudah pudar.

Apabila tidak sempat cuci sepatu, anda cukup mengeringkan sepatu dengan cara diangin-anginkan saja. Anda bisa melakukan hal ini saat weekend.

Selain cara diatas, anda bisa juga menaburi sepatu dengan bubuk sodak kue atau bedak bayi. Taburkan sedikit saja ke dalam sepatu, dan biarkan semalaman. Bubuk ini dapat menyerap bau tak sedap dalam sepatu. Namun jangan lupa untuk membersihkan bubuk sebelum memakai sepatu.

Saat anda membeli sepatu, biasanya toko akan memasukkan beberapa lembar koran bekas. Bukan tanpa sebab, koran ternyata mampu menyerap bau tak sedap dalam sepatu. Buatlah gumpalan kertas koran, dan sumpal ke dalam rongga sepatu.

Selama sepatu tidak dipakai, anda bisa memakai teknik ini. Memasukkan koran ke dalam sepatu juga dapat menjaga bentuk sepatu.

Jika cara tersebut tidak mempan, anda bisa membeli produk semprotan penghilang bau yang banyak dijual di pasaran. Jangan lupa untuk membeli produk sepaket dengan pewangi. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close