Tulis Surat dari Penjara, Ini Permintaan Jonru Terkait Praperadilan Kasusnya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jonru Ginting, tersangka ujaran kebencian yang kini ditahan Polda Metro Jaya sedang mempersiapkan gugatan praperadilan terhadap penetapan dan penahanan dirinya sebagai tersangka oleh kepolisian.

Melalui surat yang ia tulis tangan di penjara Rutan Polda Metro Jaya, Jonru menyampaikan harapannya terkait praperadilan yang sidang pertamanya direncanakan Senin, 6 November 2017 mendatang.

“Semoga lewat praperadilan ini hukum yang adil seadil-adilnya bisa tegak di Indonesia. Semoga tidak ada lagi hukum berbau preman, dimana yang kuatlah yang menang, bukan yang benar,” kata Jonru lewat surat tertanggal 1 November 2017, yang fotonya diterima SERUJI, Kamis (2/11).

Jonru yang merupakan aktivis muslim yang bersuara kritis pada pemerintah dengan menggunakan sosial media sebagai sarananya, juga berharap kasus yang menimpa dirinya tidak membungkam suara kritis masyarakat.

“Semoga lewat praperadilan ini, rakyat yang bersuara kritisi tetap dijamin kebebasannya,” ujar Jonru.

Ia juga berharap pihak-pihak yang telah menghina agama, memfitnah, menebar kebencian, dapat dihukum seadil-adilnya. “Walau mereka berasal dari kalangan yang sedang berkuasa,” pungkasnya.

Kuasa hukum Jonru dari LBH Bang Japar, Renaldy Erwin ketika dikonfrimasi membenarkan surat yang ditulis oleh Jonru tersebut.

“Ya benar, itu surat ditulis oleh Jonru,” kata Erwin lewat pesan pada SERUJI, Kamis (2/11).

Erwin juga mengungkapkan bahwa praperadilan kasus Jonru sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dijadwalkan sidang perdana pada Senin, 6 November 2017 mendatang.

“Kita sedang mempersiapkan beberapa Saksi Ahli untuk Sidang Praperadilan Jonru diantaranya; Ahli hukum ITE, Ahli Bahasa, Ahli hukum pidana, Ahli Praktisi ITE, Ahli HAM,” ungkap Erwin.

Erwin berharap proses praperadilan dapat berjalan tanpa tekanan, tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena ia memandang kasus yang menimpa kliennya ini sangat tidak adil dan cenderung dipaksakan

“Prapradilan ini adalah bentuk perlawanan Jonru mencari keadilan. Semoga Hakim dapat berlaku Independen atau Merdeka dari tekanan dalam memutuskan bebas dalam kasus Jonru ini,” pungkas Erwin.

(ARif R/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER