Terkait Victor Laiskodat, Kuasa Hukum Jonru: Hukum Tebang Pilih Memihak Kekuasaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kuasa hukum Jonru Ginting dari LBH Bang Japar, Renaldy Erwin menilai penetapan tersangka dan penahanan kliennya oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai bukti bahwa kepolisian tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Dengan masih di tahannya Jonru dan bebasnya Victor Laiskodat ini salah satu bukti penegakan Hukum masih tebang pilih dan seperti memihak kepada kekuasaan,” ujar Erwin lewat pesan kepada SERUJI, Kamis (2/11), membandingkan kasus yang menimpa kliennya dengan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Victor Laiskodat.

Sebagaimana diketahui Victor Laiskodat telah dilaporkan ke Bareskrim oleh beberapa pihak karena diduga telah melakukan ujaran kebencian dan fitnah saat berpidato politik di Kupang pada 1 Agutus 2017 lalu. Namun hingga saat ini Victor masih melenggang bebas bahkan belum sama sekali diperiksa Polisi.

Erwin menegaskan bahwa apa yang dilakukan Jonru dengan kritis lewat sosial media adalah sesuatu yang dilindungi undang-undang, yaitu kebebasan berpendapat di muka umum.

“Jonru ini adalah salah seorang yang berani mengkritisi kebijakan pemerintah tetapi bukan berarti anti pemerintah,” tegasnya.

Menurut Erwin kliennya diibaratkan tahanan politik yang ditahan karena berperan sebagai oposisi pemerintah. “Padahal kritik itu penting agar roda Pemerintahan dapat berjalan baik dan sesuai dengan keadilan masyarakat,” katanya.

Erwin berharap proses praperadilan dapat berjalan tanpa tekanan, tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena ia memandang kasus yang menimpa kliennya ini sangat tidak adil dan cenderung dipaksakan

“Prapradilan ini adalah bentuk perlawanan Jonru mencari keadilan. Semoga Hakim dapat berlaku Independen atau Merdeka dari tekanan dalam memutuskan bebas dalam kasus Jonru ini,” pungkas Erwin. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam