Terkait Victor Laiskodat, Kuasa Hukum Jonru: Hukum Tebang Pilih Memihak Kekuasaan

0
565
Kuasa Hukum Jonru Ginting, Renaldy Erwin mendampingi istri Jonru, Yulianti, saat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik, Selasa, 10/10/2017. (foto:Arif R/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kuasa hukum Jonru Ginting dari LBH Bang Japar, Renaldy Erwin menilai penetapan tersangka dan penahanan kliennya oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai bukti bahwa kepolisian tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Dengan masih di tahannya Jonru dan bebasnya Victor Laiskodat ini salah satu bukti penegakan Hukum masih tebang pilih dan seperti memihak kepada kekuasaan,” ujar Erwin lewat pesan kepada SERUJI, Kamis (2/11), membandingkan kasus yang menimpa kliennya dengan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Victor Laiskodat.

Sebagaimana diketahui Victor Laiskodat telah dilaporkan ke Bareskrim oleh beberapa pihak karena diduga telah melakukan ujaran kebencian dan fitnah saat berpidato politik di Kupang pada 1 Agutus 2017 lalu. Namun hingga saat ini Victor masih melenggang bebas bahkan belum sama sekali diperiksa Polisi.

Erwin menegaskan bahwa apa yang dilakukan Jonru dengan kritis lewat sosial media adalah sesuatu yang dilindungi undang-undang, yaitu kebebasan berpendapat di muka umum.

“Jonru ini adalah salah seorang yang berani mengkritisi kebijakan pemerintah tetapi bukan berarti anti pemerintah,” tegasnya.

Menurut Erwin kliennya diibaratkan tahanan politik yang ditahan karena berperan sebagai oposisi pemerintah. “Padahal kritik itu penting agar roda Pemerintahan dapat berjalan baik dan sesuai dengan keadilan masyarakat,” katanya.

Erwin berharap proses praperadilan dapat berjalan tanpa tekanan, tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena ia memandang kasus yang menimpa kliennya ini sangat tidak adil dan cenderung dipaksakan

“Prapradilan ini adalah bentuk perlawanan Jonru mencari keadilan. Semoga Hakim dapat berlaku Independen atau Merdeka dari tekanan dalam memutuskan bebas dalam kasus Jonru ini,” pungkas Erwin. (ARif R/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...
Operasi Zebra Turangga 2017

Pelanggaran Operasi Zebra Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Sampai hari terakhir Operasi Zebra Turangga 2017 di kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. “Ini...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...