Survei Median: Prabowo Ungguli Jokowi di Media Sosial

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pasangan calon Presiden-Wakil Presiden (capres-cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul atas pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin dikalangan pengguna media sosial (medsos).

Hal itu terungkap berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga survei Median terhadap 1.200 responden pada rentang 4-16 November 2018.

“Sementara ini bagi pengguna Facebook, Twitter, dan Instagram umumnya Prabowo unggul. Prabowo unggul besar di mereka yang mengaku pengguna Twitter 59,2 persen, lawan Jokowi 29,5 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Kemenangan Prabowo-Sandiaga juga terjadi di pengguna Instagram sebesar 48,9 persen, berbanding 39,1 persen pemilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Sementara bagi pemilih yang merupakan pengguna Facebook, Prabowo unggul tipis 42,9 persen, melawan Jokowi di 42,4 persen.

Menurut Rico, kemenangan Prabowo-Sandiaga di media sosial harus diikuti dengan kemenangan di media konvensioanl juga yang umumnya didominasi pemilih orang tua.

“Unggul di medsos, sementara tidak cukup memenangkan Prabowo, dia harus menang di media konvensional. Kalau dari usia, pendukung Jokowi itu semakin usianya di atas 40 tahun, itu kan sebagian besar memiliki Jokowi, maka kelompok dengan usia 50 tahun tidak aktif di media sosial,” tutur Nico.

Survei dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut hasil lengkap survei Median tersebut;

Facebook:
01. Jokowi-Ma’ruf Amin: 42,4 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 42,9 persen
Belum memutuskan: 14,7 persen

Twitter:
01. Jokowi-Ma’ruf Amin: 29,5 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 59,2 persen
Belum memutuskan: 11,3 persen

Instagram:
01. Jokowi-Ma’ruf Amin: 39,1 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 48,9 persen
Belum memutuskan: 12,0 persen

(ARIf R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan

Ghazwul Fikri dan Media