Survei Cyrus: Unggul 2 Digit, Elektabilitas Jokowi 56,4 Persen Tinggalkan Prabowo 38,1 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Cyrus Network kembali merilis hasil survei lembaga tersebut terkait tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon Presiden-Wakil Presiden di Pilpres 2019.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4) CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi mengatakan hasil survei yang dilakukan pada 27 Maret hingga 2 April 2019 tersebut menunjukkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin masih unggi dua digit dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

“Hasilnya 56,4 persen memilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin, 38,1 persen memilih Prabowo-Sandiaga. 3,2 persen belum memutuskan, 0,7 persen tidak memilih, 1,6 persen tidak menjawab,” kata Hasan Nasbi.

Survei dilakukan terhadap 1.230 responden penduduk Indonesia yang berusia mulai 17 tahun dan sudah menikah dengan dengan metode wawancara tatap muka langsung.


Tingkat elektabilitas ini diambil dengan berdasarkan simulasi kertas suara. Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah ‘Jika Anda saat ini sedang berada di dalam tempat pemungutan suara, dan di depan Anda ada kertas suara dengan dua pasangan capres-cawapres seperti di bawah ini, siapakah yang akan Anda pilih?’

BACA JUGA:  Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan di DKI Jakarta Berpotensi Tidak Selesai 17 Hari

Dalam survei dengan Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen tersebut, sebanyak 79 persen responden mengaku telah menetapkan pilihan, baik memilih Jokowi, Prabowo, maupun yang belum memutuskan/tidak menjawab.

“Sebanyak 48,5 persen dari pemilih Jokowi sudah mantap dengan pilihannya, sedangkan 30,2 persen responden pemilih Prabowo juga tak akan mengubah pilihannya,” jelas hasan Nasbi.

Sementara itu, dari pemilih Jokowi masih ada sebanyak 6,8 persen yang masih mungkin mengubah pilihannya. Dan dipemilih Prabowo ada sebanyak 7,3 persen yang mungkin mengubah pilihannya.

Berikut Hasil Survei Elektabilitas Capres-Cawapres Yang Dilakukan Cyrus Network:

Joko Widodo-Maruf Amin: 56,4%

  • Kategori pemilihan sudah tetap: 48,5%
  • Kategori pemilihan masih mungkin berubah: 6,8%
  • Tidak menjawab: 1,1%

Prabowo Subianto-Sandiaga: 38,1%

  • Kategori pemilihan sudah tetap: 30,2%
  • Kategori pemilihan masih mungkin berubah: 7,3%
  • Tidak menjawab: 0,6%

Belum memutuskan dan tidak menjawab: 5,5%

  • Kategori pemilihan sudah tetap: 0,3%
  • Kategori pemilihan masih mungkin berubah: 0,8%
  • Tidak menjawab: 4,4%

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi