Riset G-Comm: Pemberitaan Media Bernada Negatif Lebih Banyak Kubu Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Temuan G-Communications (G-Comm) dalam risetnya terhadap isi pemberitaan media yang membahas soal isu-isu yang beredar terkait pasangan calon Presiden-Wakil Presiden di Pilpres 2019, diantaranya ‘tone‘ pemberitaan.

Direktur G-Comm, Andi Irman mengatakan, ditemukan pemberitaan dengan nada positif untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf sebanyak 93 persen. Sementara yang bernada negatif sebanyak 7 persen.

“86 persen pemberitaan dari enam media terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga bernada positif, sedangkan 14 persen bernada negatif,” kata Andi dalam rilis hasil riset yang berjudul ‘Riset Pemberitaan Media tentang Pemilihan Presiden 2019’ di Jakarta, Senin (11/2).

G-Comm adalah perusahaan yang memberikan layakan komunikasi terintegrasi; Media Manajemen, Media Sosial, Smart Media Monitoring dan Media Relations. G-Comm merupakan anak usaha dari G-Indonesia Suskses Mulia.

“Riset dilakukan selama periode 1-31 Januari 2019 pada 3 (tiga) media online yakni Detik.com, Kompas.com dan Antaranews.com serta 3 (tiga) media cetak yakni Kompas, Republika dan Jawa Pos, dengan jumlah total berita 1.923,” ungkap Adi.

Berdasarkan kategori media, media online lebih mendominasi dari pada media cetak. Hal ini menggambarkan minat pembaca topik tentang Pilpres lebih banyak di media online.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?