Ribuan Warga Maroko Turun ke Jalan Kecam Kedubes AS di Yerusalem

KASABLANKA, SERUJI.CO.ID – Lebih dari 10.000 warga Maroko meneriakkan “Mampuslah Israel” saat turun ke jalan di Kasablanka pada Ahad (20/5) untuk menentang keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem.

Pengunjuk rasa itu membawa bendera Palestina dan plakat bertuliskan “Al Quds (Yerusalem) ibu kota abadi Palestina”. Sebagian besar tampaknya kelompok Islam, dengan wanita mengenakan jilbab dan berbaris terpisah dari laki-laki.

Amerika Serikat membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei, memindahkannya dari Tel Aviv, yang membalikkan berdasawarsa kebijakan negara adidaya itu dan menyenangkan Israel serta membuat marah warga Palestina.

Status Yerusalem adalah salah satu rintangan terbesar dalam mencapai kesepakatan perdamaian Israel dengan Palestina, yang dengan dukungan luas dunia menginginkan Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah pada 1967, sebagai ibu kota mereka.

Israel menganggap seluruh kota itu, termasuk bagian timur, yang dicaplok sesudah perang 1967 itu, sebagai ibu kotanya.

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan batas akhir kota itu harus diputuskan oleh pihak bertikai tersebut.

Pada hari Amerika Serikat membuka kedutaan barunya, tentara Israel membunuh 60 pengunjuk rasa Palestina di dekat perbatasan Gaza. Israel mengatakan kekerasan itu dihasut oleh Hamas, yang memerintah Gaza. Hamas membantah tuduhan tersebut.

Unjuk rasa Kasablanka itu digalang gabungan empat kelompok, termasuk kelompok oposisi Islam al-Adl Wal Ihsan, yang dipandang sebagai kelompok oposisi paling kuat dalam hal mengumpulkan pendukung di jalan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....