Menurut penjelasan dari utusannya itu, lanjut Renville, Khofifah memang sedang ada di Jawa Timur.
“Namun sejak pagi sampai malam, beliau ada tugas Kementerian yang tidak bisa ditinggalkan, jadi beliau mengirim utusan,” ucap Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim itu, sedikit menirukan penjelasan dari utusan Khofifah.
Apakah pendaftaran Khofifah ini sah? Renville mengaku belum bisa memberikan jawaban sah atau tidak. Pasalnya, sang calon tidak datang sendiri mengambil formulir. Namun Partai Demokrat tidak mungkin menolak pendaftaran hingga batas akhir waktu yang ditentukan.
“Untuk itu, DPD PD Jatim menyerahkan keputusan final kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta. Diterima atau tidak, kami serahkan ke DPP,” pungkas Renville.
Dengan resmi mendaftarnya Khofifah ini, berarti sudah ada enam kandidat yang mendaftar melalui Partai Demokrat Jawa Timur yang dikomandoi Soekarwo, Gubernur Jatim ini.
Sebelumnya, ada nama Saifullah Yusuf, La Nyalla Mattalitti, Nurwiyatno, Nurhayati Ali Assegaf dan Kombes Pol Syafiin yang mendaftar di tahap I beberapa bulan lalu.
Dengan demikian, rekor terbanyak pendaftar dipegang Partai Demokrat yang diikuti enam Tokoh yang semuanya mendaftar sebagai calon Gubernur. (Setya/Hrn)

Asal tidak dari PDIP InsyaAlloh menang. Rakyat sudah pinter