Prof Mahyuni: Kata ‘Pakai’ Tidak Mengubah Makna Pidato Ahok

1
255
Saksi Ahli Prof. Mahyuni dalam persidangan Ahok

JAKARTA – Prof Mahyuni sebagai saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram dalam sidang lanjutan ke-10 kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, ada atau tidak kata ‘pakai’ tidak mengubah makna dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu, akhir September 2016 silam.

“Pilihan katanya (dalam pidato Ahok) sudah penistaan. Siapapun yang berbicara mengatakan ‘bohong’ itu merupakan satu kata bermakna sudah negatif. Jadi, siapa saja yang bohong, kata ‘bohong’ itu sendiri sudah pilihan katanya negatif. Jadi kalau kita mengatakan ‘bohong’, pasti ada sumber bohong, ada yang mengatakan ‘bohong’, dan aada yang mendengar kata ‘bohong’,” ujar Mahyuni sebelum memasuki ruang sidang.

Mahyuni juga menambahkan, di dalam ruang sidang akan memperhatikan dalam segi lainnya untuk menganalisa dengan jeli maksud kalimat pidato Ahok apakah sudah termasuk merendahkan dan mendiskreditkan atau tidak.

“Saya akan melihat bagaimana kekuasaan, diskriminasi, kemudian hal-hal yang mendiskreditkan, merendahkan istilah social any quality dan seterusnya itu menjadi bagian yang harus kita kaji,” tutupnya.

Rencananya empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus Ahok di Auditorium Kementan, Jakarta, yaitu Dr. H. Abdul Chair Ramadhan sebagai saksi ahli hukum pidana dari MUI, Prof. Dr. Muhammad Amin Suma sebagai saksi ahli agama dari Komisi Fatwa MUI, Prof Dr. Mudzakir sebagai saksi ahli hukum pidana UII dan Prof Mahyuni sebagai saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram.

EDITOR: Yus Arza

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...