Prof Mahyuni: Kata ‘Pakai’ Tidak Mengubah Makna Pidato Ahok

JAKARTA – Prof Mahyuni sebagai saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram dalam sidang lanjutan ke-10 kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, ada atau tidak kata ‘pakai’ tidak mengubah makna dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu, akhir September 2016 silam.

“Pilihan katanya (dalam pidato Ahok) sudah penistaan. Siapapun yang berbicara mengatakan ‘bohong’ itu merupakan satu kata bermakna sudah negatif. Jadi, siapa saja yang bohong, kata ‘bohong’ itu sendiri sudah pilihan katanya negatif. Jadi kalau kita mengatakan ‘bohong’, pasti ada sumber bohong, ada yang mengatakan ‘bohong’, dan aada yang mendengar kata ‘bohong’,” ujar Mahyuni sebelum memasuki ruang sidang.

Mahyuni juga menambahkan, di dalam ruang sidang akan memperhatikan dalam segi lainnya untuk menganalisa dengan jeli maksud kalimat pidato Ahok apakah sudah termasuk merendahkan dan mendiskreditkan atau tidak.

“Saya akan melihat bagaimana kekuasaan, diskriminasi, kemudian hal-hal yang mendiskreditkan, merendahkan istilah social any quality dan seterusnya itu menjadi bagian yang harus kita kaji,” tutupnya.

Rencananya empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus Ahok di Auditorium Kementan, Jakarta, yaitu Dr. H. Abdul Chair Ramadhan sebagai saksi ahli hukum pidana dari MUI, Prof. Dr. Muhammad Amin Suma sebagai saksi ahli agama dari Komisi Fatwa MUI, Prof Dr. Mudzakir sebagai saksi ahli hukum pidana UII dan Prof Mahyuni sebagai saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram.

EDITOR: Yus Arza

Sumber:Antara

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.