FOKUS

Polisi: Terduga Pelaku Makar Butuh Dana Rp 3 Milyar untuk Gulingkan Pemerintah

10
738
Tito Karnivian
Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnivian

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya menyebutkan para terduga upaya makar membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar guna menjalankan rangkaian aksi menggulingkan pemerintah yang sah.

“Kita dalami dengan dana Rp 3 miliar pemerintah bisa jatuh,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (3/4), sebagaimana dilansir Antara.

Argo menyampaikan bahwa dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath membahas soal anggaran untuk revolusi tersebut.

“Namun Polisi belum dapat memastikan sumber dana untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah tersebut,” katanya.

Berdasarkan penyelidikan Polisi, para tersangka makar akan menggulirkan aksi revolusi dengan jalan menduduki gedung DPR/MPR RI secara paksa usai Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada tanggal 19 April 2017 mendatang.

Dijelaskan Argo terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilakukan sebelum menggelar aksi revolusi setelah Pilkda DKI Jakarta putaran kedua. Aksi 30 Maret 2017 melibatkan unsur mahasiswa dan 31 Maret 2017 mengerahkan organisasi masyarakat (Ormas) guna berunjuk rasa sebagai pemanasan.

Sebagaimana diketahui Polda Metro Jaya menangkap lima orang terkait dugaan pemufakatan jahat pada hari Jumat 31 Maret dinihari, menjelang pelaksanaan Aksi 313. Kelima orang tersebut adalah pimpinan dari aksi 313, yaitu Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho dan Marad Fachri Said alias Andre.

Para tersangka dikenakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang pemufakatan makar, tersangka Veddrik dan Marad juga dijerat Pasal 16 UU Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

EDITOR: Harun S

loading...

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...