Polisi Bidik Penyandang Dana Pembuatan Hoaks Surat Suara


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Selain mendalami aktor intelektual di balik hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok, polisi juga membidik penyandang dana pembuat hoaks tersebut.

“Kami masih dalami keterangan tersangka BBP (Bagus Bawana Putra) sebagai kreator maupun buzzer,” ujar Karonpenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/1).

Dedi mengatakan keterangan dari tersangka Bagus penting untuk mengungkap aktor intelektual, buzzer lain yang terlibat aktif penyebaran hoaks, dan penyandang dana.

“Kemungkinan ada tersangka baru, bergantung pada hasil pemeriksaan yang dilakukan hari ini.” ujarnya

Baca juga: Pembuat dan Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos Jadi Tersangka

Sementara untuk keterlibatan tersangka Bagus dengan aliansi politik tertentu, polisi belum menemukan fakta tersebut dari jejak digital tersangka.

“Dari fakta hukum belum ditemukan dan ini belum selesai. Kami secepatnya mengungkap kasus ini biar tidak menjadi polemik,” tuturnya.

Dedi menegaskan pihaknya tidak melihat aliasi Bagus kepada salah satu kubu, melainkan berpatok pada penegakan hukum dari perbuatan yang dilakukan tersangka.

Baca juga: Tim Prabowo-Sandi Bantah Tersangka Pembuat Hoaks Relawannya

Diberitakan sebelumnya, setelah membuat rekaman suara/voice note, Bagus menyebarkan rekaman tersebut ke WhatsApp Group (WAG) dan sejumlah platform media sosial. Setelah viral, ia lalu membuang ponsel-nya dan kabur.

Bagus kabur ke wilayah Jawa Tengah. Polisi berhasil menangkap Bagus pada Senin (7/1) di Sragen.

Sebelum Bagus Bawana, polisi lebih dulu menangkap 3 penyebar hoaks surat suara tercoblos berinisial J, HY, dan LS. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close