PKS: Penindasan Muslim Rohingya Tragedi Terburuk Setelah Perang Dunia

JAKARTA – Direktur Pusat Krisis Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera Sukamta menilai krisis yang terjadi di Rakhine state, Myanmar terhadap etnis Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan terburuk yang terjadi pasca Perang Dunia II lebih dari 70 tahun lalu.

“Di sana orang-orang diusir dengan cara rumahnya dibakar, ditembaki, dan bahkan ditanam ranjau agar tidak bisa pergi dengan aman,” ujar Sukamta dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/9).

Menurut Sukamta tragedi yang terjadi di Rakhine state tersebut bukan hanya sebatas tindakan diskriminasi, melainkan sudah masuk dalam aksi genoside atau pembersihan etnis.

Meski dunia internasional sudah memberikan kecaman terhadap kekejaman pemerintah Myanmar, namun mereka tetap tidak bergeming.

Oleh sebab itu ia pun menegaskan harus dilakukan tekanan keras agar Myanmar menghentikan aksinya tersebut.

“Kalau dunia internasional tidak turun tangan mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi warga Rohingya di Myanmar,” tutur Sukamta.

Hari ini Sukamta beserta staf CC4R ikut dalam Aksi Bela Rohingya dengan menyerukan tuntutan tersebut dan juga melakukan penggalangan dana.

Sukamta menyebutkan bahwa pihaknya telah berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan mencapai Rp3,8 miliar yang diperoleh dari usaha penggalangan nasional.

“Semua dana kemanusiaan yang didapat CC4R akan disumbangkan melalui lembaga sosial yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang sudah lama bekerja membantu Rohingya,” kata Sukamta. (Ant/SU02)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.