Pilih Masjid Sunda Kelapa Sebagai Tempat Berangkat ke Istana, Ini Alasan Anies-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hari ini, Senin (16/10) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, akan dilantik Presiden Jokowi sebagai pemimpin baru Jakarta menggantikan Djarot Saiful Hidayat. Prosesi pelantikan akan berlangsung di Istana Negara dimulai pukul 16.00 WIB.

Anies-Sandi akan berangkat secara bersama-sama menuju Istana Negara dan telah memilih Masjid Sunda Kelapa yang terletak di Jalan Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai titik keberangkatan rombongan sebelum ke Istana.

Sandiaga Uno kepada awak media menjelaskan pemilihan Masjid Sunda Kelapa sebagai titik keberangkatan adalah karena alasan sejarah keberadaan Masjid tersebut dan sejarah perjuangan Anies-Sandi menuju kursi Gubernur DKI.

“Masjid Sunda Kelapa itu tempat penuh momen bersejarah bagi Jakarta. Nama masjid itu juga merupakan nama Jakarta awalnya, dan nama pelabuhan pertama di Jakarta,” ungkap Sandi di kediamannya, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/10) pagi.

Bagi pasangan Anies-Sandi, lajut Sandi, Masjid Sunda Kelapa juga menjadi tempat bersejarah, karena di Masjid tersebut ia bersama Anies Baswedan sering menunaikan ibadah dan menyapa serta berinteraksi dengan warga Jakarta. (Arif R/Hrn)

9 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER