Perbaikan Visi-Misi Ditolak, BPN Prabowo: Itu Bukan untuk KPU tapi Rakyat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Perubahan dokumen visi-misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU), meski KPU sempat mempublikasikannya lewat situs mereka. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak mempermasalahkan penolakan KPU itu.

“Ditolak KPU nggak apa-apa, karena kita buat visi-misi bukan untuk KPU, tapi untuk rakyat,” kata Jubir BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (11/1).

Andre menjelaskan alasan perubahan itu adalah aspirasi dari warga yang ditemui oleh Prabowo dan Sandiaga beserta timnya dalam beberapa bulan ini. Menurut Andre, bahasa di visi-misi Prabowo-Sandi disederhanakan agar lebih mudah dimengerti publik.

“Diubah agar bahasanya lebih mudah dipahami rakyat, memperkuat referensi visi-misi berlandaskan Pancasila dan UUD ’45, dan perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandiaga ingin mengembalikan pembangunan ekonomi berlandaskan konstitusi Pasal 33 UUD 1945,” paparnya.

Baca juga: KPU Tolak Perbaikan Dokumen Visi-Misi Prabowo-Sandi

Sebelumnya, pasangan calon Presiden-Wakil Presiden, Prabowo-Sandiaga melakukan perubahan visi-misi jelang acara Debat Capres yang hanya sepekan lagi. Perubahan visi-misi tersebut diserahkan ke KPU pada Rabu (9/1) yang lalu.

Jika sebelumnya, pasangan penantang Jokowi-KH Ma’ruf Amin ini menggunakan tagline “Adil Makmur” bagi visi-misi dan nama koalisinya, kini tagline itu diubah menjadi “Indonesia Menang” yang terlihat di halaman depan visi-misi. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER