Indonesia sebagai “Big Brother” di ASEAN, menurut dia, harus mengambil inisiatif atas konflik Rohingya.
Dasarnya sangat kuat, yakni politik luar negeri Indonesia bebas aktif untuk mewujudkan perdamaian dunia. Atas nama cita-cita perdamaian sebagai pelaksanaan sila kedua kemanusiaan atau internalisonalisme, prakarsa aktif harus diambil, termasuk mendesak pemerintahan Myanmar untuk secepatnya menghentikan kekerasan atas warganya.
PDI Perjuangan berpendapat bahwa tindakan diplomasi yang cepat dan efektif melalui ASEAN sangat penting guna mencegah kekerasan lebih lanjut.
“PDI Perjuangan akan ikut ambil bagian dalam gerakan solidaritas sebagai kekuatan moral untuk mencegah kekerasan lebih lanjut di Rohingya,” kata Hasto. (Ant/SU01)

Agak sedikit gak Rela ya… Tiba2 PDIP di beritain di seruji… Tp sudah lah….
Petugas partai nya masih diem aja noh
setuju…