Massa “Aksi Bela Tauhid” Mulai Meninggalkan Lokasi Aksi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Massa “Aksi Bela Tauhid” mulai meninggalkan lokasi kegiatan yang berpusat di Jalan Medan Merdeka Barat untuk kembali ke rumah masing-masing, setelah sejak usai sholat Jumat melakukan aksi.

“Mau pulang saja mas, sudah sore dan yang penting sudah ikut menyuarakan dukungan kepada agama,” tutur Taufik, salah satu peserta aksi saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/10).

Pria asal Cicalengka, Jawa Barat ini datang bersama tujuh rekannya dan berencana untuk langsung ke daerah asalnya tersebut. Seorang peserta lainnya juga menyudahi aksi damai tersebut karena merasa sudah puas mengikuti kegiatan tersebut.

Baca juga: Ribuan Massa Aksi Bela Tauhid Mulai Bergerak dari Istiqlal ke Patung Kuda

“Kalau soal politik saya tidak ikut-ikutan, tapi saya ikut (aksi) ini karena berkaitan dengan agama, keyakinan saya. Makanya saya ikut aksi ini,” kata Jamal, warga Tanah Abang Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai terlihat meninggalkan lokasi sejak pukul 14.30 atau sebelum waktu Ashar.

Sebagian sepeda motor peserta aksi yang diparkir di Jalan Budi Kemuliaan yang berada di sisi samping Bank Indonesia dan Gedung Indosat Oredoo juga telah diambil pemiliknya.

Meski demikian, namun arus lalu lintas masih padat dan masih diberlakukan pengalihan arus lalu lintas dari arah Jalan MH Thamrin. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.