KPU Jabar Apresiasi Peningkatan Partisipasi Pemilih

BANDUNG, SERUJI.CO.ID –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengapresiasi peningkatan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2018.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengatakan, berdasarkan laporan dari Desk Pilkada Pemprov Jabar diperoleh angka partisipasi pemilih hingga menembus 72 persen atau melebihi dari tahun 2013 yang mencapai 63,85 persen.

“Sekarang partisipasi tinggi 72-an persen kalau kata Desk Pilkada Pemprov Jabar,” ujar Yayat, di Bandung, Kamis (28/6).

Menurut dia, peningkatan partisipasi pemilih pada pilkada serentak ini didukung oleh berbagai pihak, seperti faktor pemberitaan dari media massa serta sikap para pasangan calon yang selalu menyerukan agar masyarakat memberikan hak suaranya.

“Saya baca itu berita soal pilgub positif, suasana kandidat nyaman. Bahkan kemarin belum apa-apa sudah ada (paslon) yang mengucapkan selamat, itu kan langkah positif. Dari polisi juga memberikan kenyamanan yang bagus,” kata dia.

Berdasarkan pantauannya di lapangan, para pemilih pemula juga banyak yang antusias dalam pilkada serentak ini seperti di Kota Bandung, Bekasi, dan Depok.

“Yang saya lihat tuh secara kasat mata di perkotaan meningkat, seperti di Depok meningkat 15 persen, Bekasi di atas 70 persen biasanya sekitar 50 persen di perkotaan,” kata dia lagi.

Menurut dia, saat ini tengah dilakukan rekapituasi penghitungan suara di kecamatan hingga tanggal 4 Juli. Setelah selesai di tingkat kecamatan, dilanjutkan di tingkat kabupaten/kota hingga 6 Juli, untuk selanjutnya pada tanggal 7 hingga 9 Juli di provinsi.

Hasil rekapitulasi berjenjang diumumkan pada 9 Juli, untuk kemudian ditetapkan pemenang empat hari setelahnya apabila tidak ada gugatan dari salah satu calon.

“Kalau ada gugatan berarti nunggu 45 hari lagi, kalau enggak ada gugatan berarti hari keempat penetapan calon terpilih. Tapi, kalau melihat quick count, ga ada gugatan,” kata dia pula. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER