Koalisi Masyarakat Tagih Presiden Percepat Ungkap Penyerang Novel

1
107
Kasus Novel
Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Novel Baswedan (kanan)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mempercepat pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

“Pada intinya kedatangan kami menagih bukan hanya pimpinan KPK, tetapi Presiden karena kami luput melihat respon yang cepat terkait penanganan perkara juga dari Kepolisian,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10).

Lalola menyatakan bahwa sudah banyak informasi terdapat kejanggalan terkait penyerangan penyidik senior KPK tersebut.

“Publik tidak boleh dibiarkan lupa,” kata Lalola.

Dalam kesempatan sama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan kekecewaannya terhadap aparatur hukum karena belum bisa menuntaskan kasus Novel itu.

“Padahal jika dilihat model kasus ini sebenarnya mudah saja untuk diungkap, ‘clue’-nya itu sudah banyak berserakan, tetapi sampai saat ini tak tuntas. Insya Allah Novel mulai ‘terang’, tetapi kasusnya tidak terang sama sekali,” kata Dahnil.

Ia pun menyatakan pesimistis kasus penyerangan Novel itu bisa diungkap oleh kepolisian.

“Maka harapan kami gantungkan kepada orang yang paling berkuasa, yaitu Presiden. Kami berulang kali meminta dibentuk TGPF. Jadi, kalau Pak Jokowi ingin tuntaskan utang kampanye beliau tentang agenda pemberantasan korupsi maka harusnya TGPF ini bisa jadi jalan untuk tuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Novel Baswesdan melalui video teleconference dari Singapura menyatakan kekecewaannya bahwa sampai saat ini kasus penyerangan terhadap dirinya belum terungkap.

“Saya juga ingin sampaikan masalah ini sampai sekarang tidak diungkap dan saya juga belum mendapat rencana selanjutnya, yaitu dibentuknya TGPF,” kata Novel.

Ia pun juga menyampaikan kepada semua pihak yang fokus pada pemberantasan korupsi agar tetap semangat dan berani untuk berjuang melawan korupsi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPU

3 Paslon Pilkada Madiun Penuhi Syarat Kesehatan

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Tiga bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit...
Sikakap

Mentawai Dijadikan Pusat Pengembangan Perikanan Laut

SIKAKAP, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memback up kegiatan pengembangan ekonomi Kabupaten Mentawai melalui peningkatan pengembangan perikanan laut yang dipusatkan di Pulau Sikakap,...
Rita widyasari ditahan

KPK Telusuri Perolehan Aset Rita Widyasari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan asal perolehan aset dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif...

KPK Dalami Kasus Suap Mantan Ketua DPRD Malang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK terus mendalami dugaan penerimaan suap dari Pemkot Malang kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang merupakan tersangka tindak...

“Flight Pass” Pesawat F-16 Warnai Sertijab KSAU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  "Flight pass" enam pesawat tempur F-16 mewarnai serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...