Klaim Menang dengan Potong Tumpeng, Erick Thohir: Ini Data dan Fakta, Kita Bukan Pendusta


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Relawan Milenial pendukung pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin mengadakan syukuran dengan potong tumpeng untuk merakayan kemenangan capres-cawapres Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Klaim kemenangan itu, menurut Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Mlenial, Bahlil Lahadalia berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei, juga hasil hitung data C1 yang diklaim dimiliki TKN.

“Menurut tim data kami yang sudah masuk, C1 sudah masuk 94 persen, dari 94 persen itu, kita (Jokowi-KH Ma’ruf, red) menang 55,2 persen. Ini sudah menang, tinggal tunggu waktu saja,” kata Bahlil di The Pallas, kawasan SCBD, Jakarta, Ahad (21/4).

Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf, Erick Thohir menegaskan bahwa kemenangan tersebut didasarkan pada data-data yang dimiliki bukan sekedar klaim, dan hasilnya sejalan dengan quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei.

“Insya Allah kita ini bukan pendusta. Kita bukan pembohong, saya setuju dengan adinda saya saudara Bahlil, data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen ke atas. Ini bukan klaim tapi ini data dan fakta. Kita harus jaga kemenangan ini karena ini ke arah yang benar,” ujar Erick Thohir.

Erick juga menyampaikan bahwa acara potong tumpeng tersebut dilakukan sebagi wujud syukur atas kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf yang merupakan hasil kerja gotong royong dari seluruh relawan.

“Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan kemauan rakyat. Setuju? Karena itu saya berharap kita harus terus jaga, kita harus sabar, tapi bukan berarti kita tak boleh syukuran, tidak boleh selebrasi, tidak boleh menularkan hasil kita,” tukas Erick Thohir yang juga didampingi Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil yang juga Ketua Umum HIPMI meminta kepada relawan milenial Jokowi-KH Ma’ruf sebagai anak muda yang cerdas, yang memahami aturan, dan mencintai bangsa dan negara untuk tetap menjaga kondusifitas, dengan tetap menunggu hasil resmi KPU.

“Karena itu, kita sama-sama menunggu hasil keputusan KPU tanggal 22 Mei nanti. Oleh karena itu, anak muda, saya menyarankan dan saya mohon agar mampu menjaga suasana bangsa kita yang kondusif,” tukas Bahlil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close