Kemanakah Dukungan Gebu Minang di Pilpres 2019? Begini Penjelasan OSO

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Oesman Sapta Odang (OSO) menegaskan bahwa organisasinya belum menentukan sikap politiknya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 karena masih fokus membangun ekonomi kerakyatan.

“Kami belum membicarakan soal dukungan di Pemilu 2019, karena masih fokus pada internal,” kata Oesman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Hal itu dikatakannya usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 organisasi tersebut, di Jakarta.

Dia mengatakan Gebu Minang merupakan gerakan ekonomi kerakyatan sehingga tanpa ikut politik, organisasinya ikut andil dalam pembangunan negeri.

Oesman mengakui bahwa organisasinya diharapkan ikut andil dan ambil bagian dalam pemilu serta Pilpres 2019 namun organisasinya belum mengarah ke kancah politik, maupun dukungan ke capres dan cawapres.

“Meski berbeda-beda pilihan, kami tetap satu tujuan untuk membangun Minang,” ujarnya.

Namun dia mengatakan, organisasinya menyelenggarakan Rakernas Sabtu-Minggu (26-27 Januari) yang dihadiri pengurus Gebu Minang dari daerah se-Indonesia untuk menentukan arah politik di Pemilu 2019.

Menurut dia, hasil rapat itu akan dititipkan ke warga Minangkabau untuk diteruskan ke segala penjuru negeri.

“Semua kita akan titipkan. Kita boleh berbeda-beda tapi satu tujuan satu kepentingan dan satu pembangunan untuk Minang,” katanya.

Selain itu Oesman juga mengajak warga Minang khususnya yang berada di organisasi Gebu Minang, agar tetap kompak dimana pun tinggalnya.

Untuk itu dia berpesan, agar masyarakat Minang dimana pun berada tetap harus menjaga budaya dan adat istiadat sehingga menjadi masyarakat yang disegani dan turut serta membantu pembangunan negeri ini. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Divestasi Freeport

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER