Kapolda Larang Peserta Aksi 112 Ganggu Jalan Umum

Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan menghimbau kepada peserta Aksi 112 tidak menggunakan jalan umum karena melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu mengganggu ketertiban umum.

“Jadi tidak boleh mengganggu ketertiban umum dimana jalan tersebut adalah jalan umum yang dipakai untuk kegiatan umum. Apabila nanti unjuk rasa (aksi 112 -Red) tersebut tidak mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, akan dibubarkan,” tegas Iriawan.

Hal tersebut disampaikan Iriawan setelah melakukan pertemuan yang dihadiri Plt Gubernur Jakarta, Pangdam Jaya, Ketua KPUD dan Ketua Bawaslu DKI di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Selasa (7/2) pagi. Pertemuan tersebut membahas situasi menjelang Pilkada 15 Februari termasuk rencana Aksi 112.

Iriawan mengatakan, Polda Metro Jaya telah menerima surat izin dari salah satu ormas Islam yang akan melakukan Aksi 112. Dimana massa yang akan berunjuk rasa melakukan pengumpulan massa (sholat Subuh) di Istiqlal lanjut berangkat ke Monas berjalan kaki yang kemudian lanjut ke Bundaran HI lewat Tamrin. Setelah itu pulang kembali ke Monas.

Iriawan juga menegaskan, pada saat pencoblosan tidak ada yang menghalang-halangi pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya atau memaksa memilih pasangan tertentu atau melakukan money politic.

Senada dengan Iriawan, Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Laksamana juga siap mengerahkan pasukannya dalam menjaga ibukota.

“Membantu Polda Metro Jaya dengan kekuatan pasukan berapapun yang diminta oleh Polda demi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat DKI yang aman. Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya bersatu mengamankan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang aman, damai dan sukses,” ujar Teddy.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Sumarno membantah isu yang beredar seputar KTP ganda. Pihaknya membenarkan identitas sejumlah KTP tersebut valid namun foto yang tertera bukanlah foto pemilik KTP yang sebenarnya. Sedangkan Ketua Bawaslu, Mimah Susanti meminta kepada seluruh paslon dalam tiga hari (masa tenang) tersebut tidak boleh ada satu pun kegiatan kampanye atau yang mengarah kepada kampanye.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.