Kantor DPW PKS Sumut Digeruduk Ratusan Massa, Ini Kata Sandiaga Uno

3
262
  • 30
    Shares
Sandiaga Uno saat memberikan keterangan persnya di Kantor DPP PKS ditemani presiden PKS Mohammad Sohibul Iman. Rabu, 19 April 2017 (Foto:SERUJI/Adi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara yang terletak di Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari, Medan Selayang, Sumatera Utara digeruduk massa yang berjumlah lebih kurang 300 orang pada Senin (10/9).

Massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Sumut Selamatkan NKRI tersebut, sengaja berunjuk rasa ke kantor DPW PKS Sumut karena menganggap partai tersebut sebagai aktor dibalik gerakan tagar #2019GantiPresiden yag diinisiasi politikus PKS, Mardani Ali Sera.

Massa menuduh gerakan #2019GantiPresiden sebagai gerakan yang sengaja memecah belah rakyat dan ingin mengganti pemerintahan yang sah, alias makar.

Bakal calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno yang dimintai tanggapannya atas aksi unjuk rasa yang sempat dilakukan dengan membakar ban bekas di depan kantor DPW PKS tersebut, enggan menanggapi.

Disampaikan oleh Sandi, ia tak ingin berkomentar jika nantinya malah makin menimbulkan kontroversi.

“Saya nggak mau berkomentar untuk hal-hal yang nanti akan memicu kontroversi,” kata Sandiga menanggapi wartawan usai sebuah acara di di Ancol Beach Mall, Pademangan, Jakarta, Selasa (11/9).

Menurut Sandiaga yang berpasangan dengan bakal calon Presiden, Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang, pemilu haruslah jadi pesta demokrasi yang sejuk dan damai.

“Segala konflik yang dapat memecah belah masyarakat, seharusnya dapat dihindari,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan, kegiatan deklarasi gerakan #2019GantiPresiden mendapatkan penolakan di berbagai daerah oleh sekelompok masyarakat yang menganggap gerakan tersebut memecah belah rakyat. Namun, inisiator gerakan, Mardani Ali Sera, menganggap gerakan tersebut murni adalah aspirasi rakyat yang ingin megganti petahan pada pilpres 2019 mendatang akibat kecewa dengan pemerintahan Jokowi. (ARif R)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU