Jokowi Sebut Politisi “Genderuwo”, Fahri Hamzah: Tepuk Air Terpercik Muka Sendiri

4
492
  • 8
    Shares
Fahri-hamzah2
Fahri Hamzah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut adanya politisi ‘genderuwo’ adalah pernyataan yang salah sasaran. Pasalnya, kata Fahri, justru pemerintahlah yang punya kemampuan sebagai ‘genderuwo’.

Menurut Fahri, pemerintah lah yang memiliki kemampuan membuat rakyat terkotak-kotak, karena rakyat tidak memiliki kapasitas untuk membuat opini, sehingga layak disebut ‘genderuwo’.

“Yang punya kapasitas ‘sontoloyo’ dan ‘genderuwo’ itu pemerintah. Jadi ini (seperti) menepuk air terpercik ke muka sendiri, sebenarnya begitu loh,” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (9/11).

Fahri menyebut, langkah pemerintahlah yang menciptakan pembelahan di masyarakat. Dan pemerintah juga yang bisa menutup pembelahan yang terjadi tersebut.

Baca juga: Setelah Sebut Sontoloyo, Kini Jokowi Sebut Adanya Politisi “Genderuwo”

Sebelumnya, Presiden Jokowi yang juga merupakan calon Presiden nomor urut 01, dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11), menyebut adanya politisi ‘genderuwo’.

Dalam sambutannya Jokowi mengingatkan adanya politisi yang pandai melakukan propaganda di tengah masyarakat dengan tidak menggunakan etika dan sopan santun dalam politik yang baik.

Presiden menyebut politisi yang suka menakut-nakuti itu sebagai ‘politikus genderuwo’.

“Cara seperti ini, cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’ nakut-nakuti,” tegas Jokowi.

Menurut Presiden, cara berpolitik seperti itu bisa membahayakan persatuan Indonesia yang terdiri dari beragam agama, kepercayaa, suku, dan berbagai perbedaan lainnya. (ARif R)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU