close

Hingga Saat Ini Belum Juga Berkampanye, Begini Alasan Jokowi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sejak ditetapkannya pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memberikan waktu pada paslon untuk berkampanye dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno langsung tancap gas dengan melakukan kampanye ke sejumlah daerah di Indonesia. Demikian juga yang dilakukan cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin yang telah berkunjung ke sejumlah Pesanteran yang ada di berbagai daerah.

Namun tidak demikian dengan capres nomor urut 01, Jokowi, yang hingga saat ini belum turun untuk berkampanye dalam rangka Pilpres 2019.

Terkait alasannya belum berkampanye, Jokowi yang juga petahana ini mengungkapkannya ke awak media usai melepas ‘Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri’ di alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (28/10) kemarin.


Baca juga: Kejutan, Surya Paloh Ungkap Komitmen Pakde Karwo Menangkan Jokowi 70 Persen di Jatim

“Kita ini fokusnya bekerja. Kalau urusan kampanye selalu saya sampaikan ke tim kampanye saja untuk kerja,” kata Jokowi mengungkapka alasannya.

Hal yang sama, kata Jokowi, berlaku juga kepada seluruh pembantunya di Kabinet Kerja yang diminta fokus pada kerja masing-masing.

“Pada para Menteri saya juga arahkan untuk tetap fokus bekerja,” ungkap Presiden.

Dari pantauan SERUJI, selama dua hari, dari Sabtu (27/10) sampai Ahad (28/10), Presiden melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Pada Sabtu Presiden melakukan kunjungan ke Madura menghadiri pertemuan Raja-Raja Nusantara, sekaligus meresmikan perubahan status Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dari tol menjadi jalan umum biasa.

Pada Ahad (28/10) pagi, Jokowi melepas kegiatan ‘Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri’ di Alun-Alun Delta Sidoarjo. Pada siang harinya, Presiden menghadiri Rapat Kerja Nasional Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Surabaya dan acara Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem, yang keduanya diadakan di Surabaya. (ARif R)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS)...

Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Medan Dimulai Hari Ini

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota...

Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor, Polisi Belum Tetapkan Denny Sebagai Tersangka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Denny Supari (36), pelaku kecelakaan lalu...

Hingga Kini Tercatat Satu Distrik di Intan Jaya Yang Belum Lakukan Pemungutan Suara

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengakui, hingga...

KPUD Jakarta Percepat “Entri-Pindai” Data Form C1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta...

Jelang UN SMP, Kemendikbud Minta Ujian Harus Mengutamakan Kejujuran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)...

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.