close

Habib Rizieq Sebut Ahok Menista Berkali-kali

JAKARTA – Lanjutan sidang kasus penodaan agama Islam ke-12 dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Auditorium Kementan, Jakarta, Selasa (28/2) menghadirkan dua saksi, yaitu Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab sebagai ahli agama Islam dan Abdul Choir Ramadhan. Dalam kesaksiannya, Habib Rizieq menyebut Ahok telah melakukan penistaan agama Islam berulang kali.

“Tahun 2008 terdakwa melalui bukunya berjudul ‘Merubah Indonesia’, membicarakan Al Maidah 51. Konteksnya sama, pemimpin. Artinya sebelum di Kepulauan Seribu, terdakwa sudah mulai menyindir Al Maidah 51. Kedua, terdakwa menyatakan surat Al Maidah 51 itu keluar konteksnya belum ada pemilihan, belum ada pilkada. Sindiran ke Al Maidah 51 sudah dilakukan terdakwa jauh sebelum pidatonya di Kepulauan Seribu,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq melanjutkan, pada 21 September Ahok di kantor DPP Nasdem meminta lawan politiknya jangan menggunakan Al Maidah 51. Habib menganggap, kalau seseorang meminta kepada umat Islam untuk tidak gunakan surat Al Maidah ayat 51, Ahok tidak berhak, setiap muslim berhak. Apakah dia seorang hakim, seorang jaksa, pengacara, politisi, dia wajib berpegang teguh kepada Alquran, termasuk surat Al Maidah ayat 51. Selanjutnya terjadi
tanggal 27 September pidato terdakwa di Kepulauan Seribu.

“Tanggal 7 Oktober 2016 terdakwa mengulang kalimat serupa. Di sini dikatakan ‘orang-orang rasis dan pengecut yang selalu gunakan ayat itu untuk membodohi masyarakat’. Ini semua yang membuat saya berkesimpulan yang disampaikan terdakwa bukan tidak sengaja, tapi berniat, karena berulang-ulang itu berarti sistematis dan direncanakan,” lanjut HRS di ruang sidang.


Habib Rizieq juga menambahkan, saat ini Ahok juga sedang diperbincangkan publik terkait beredarnya video Ahok yang mengatakan menyuruh nama Wi-Fi dengan nama Al Maidah 51 dan password ‘Kafir’ dan video wawancara Ahok dengan televisi luar negeri Al Jazeera yang menyebut dirinya tidak menyesal untuk mengulangi kalimatnya yang diucapkan di Kepulauan Seribu.

EDITOR: Rizky

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Hormati Keputusan MK Memajukan Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati...

Keputusan Sengketa Pilpres Dipercepat Pada Tanggal 27 Juni

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama...

PPDB Zonasi di Jakarta Akan Dilakukan Penyesuaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan...

Hindari Sinar-X, Sabu-Sabu Diselundupkan di Dalam Jok Mobil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyelundup 15 kilogram (kg) sabu-sabu yang...

Bawaslu Kudus Persiapkan Data Untuk Hadapi Gugatan di MK

KUDUS, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus,...

Sikap Politik PAN Akan Dirujuk Dari Putusan MK

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sekjen PAN, Eddy Soeparno menyatakan putusan...

TERPOPULER