Emil Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Meradang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – PDI Perjuangan telah berupaya mencegah agar Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak tidak ikut dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018. Namun upaya itu gagal, hingga akhirnya partai besutan Megawati Soekarnoputri ini pasrah.

“Kalau kemudian Emil Dardak berubah dan mengambil pilihan politik berbeda, maka keputusan itu di luar kuasa kami. Yang jelas PDIP tidak pernah diajak bicara. Kami ikhlaskan Emil yang memilih jalannya sendiri,” kata Ketua DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, kepada SERUJI, Kamis (23/11).

Kata Doding, PDIP sebagai parpol pengusung Emil pada Pilkada Trenggalek 2015 lalu, telah berupaya maksimal agar Emil tak maju di Pilgub Jatim. Ini dilakukan agar pasangan Emil dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bisa menuntaskan tugasnya memimpin Trenggalek.

“Harmoni pemimpin ini pula yang diinginkan rakyat Trenggalek,” katanya.

Menurut Doding, hubungan PDIP dengan Emil sejauh ini berlangsung baik. Ini lantaran Emil tercatat sebagai kader PDIP.

“Kami menduga, Emil tak betah di Trenggalek, karena itu tidak tertantang untuk membenahinya. Sehingga di tengah jalan Emil berubah haluan dan mengambil pilihan politik berbeda dari mandat yang diterimanya. Sebab Pilkada Jatim tangga untuk kenaikan karir pemerintahan? Itu dugaan kami. Semoga tidak benar,” ujarnya.

Sebagai salah satu Parpol yang ikut mengusung pasangan Emil-Arifin di Pilkada 2015, PDIP berharap Emil meminta maaf kepada rakyat Trenggalek karena demi Pilgub Jatim telah menciderai mandat rakyat yang telah memilihnya di Pilkada Trenggalek dua tahun silam.

“Selebihnya kami berharap Emil tetap semangat dan istiqomah dalam menyelesaikan mandat serta janji kampanye. Terlebih nanti pasca-penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur oleh KPU, Pak Bupati harus cuti, dan pimpinan pemerintahan dipegang Wakil Bupati,” katanya.

Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada pasangan cagub/cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Penetapan Emil sebagai pendamping Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Jakarta. (Amal/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Pemimpin Belum Lulus

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi